Jumat, 05 Agustus 2016

Idoling Hope #10 : KireiGreen - Masa Depan Dunia Idola


Ini adalah artikel seputar KireiGreen yang ke-2 di dunia. haha , Yah karena saat ini KireiGreen masih berbentuk proyeksi atau idol bayangan.

Di artikel ini saya akan cerita panjang lebar seputar awal mencetuskan ide, konsep dasar dan perjuangan yang telah saya lakukan. Ini hanya untuk catatan perjalanan, so.. Saya tidak akan menyebarkan artikel ini kepada siapapun, kalaupun ada yang terlanjur baca, pastilah yang baca adalah orang nyasar di internet. hehe

Kirei Green adalah ide dari seorang anak gila yang pada saat itu berumur 15 tahun, Berawal dari nama 'X-Project' lalu diciptakanlah nama 'KireiGreen' oleh anak gila tersebut. Kirei Green kahir dengan intuisi dan pengalaman seoarang anak yang sering dibully di dunia peridolan sejak umur 12 tahun.

Kirei Green adalah idol grup ramah lingkungan pertama di dunia. Grup idola ini mengusung konsep hiburan berbasis lingkungan hidup. Ide ini lahir dari peluang yang ada pada negeri ini. Sudah hampir 71 Tahun negeri ini lahir, namun permasalahan sampah masih saja menjadi momok yang berat sekali.

Sebagai murid gila , anak tersebut berusaha mencari titik titik permasalahan di negeri ini, terutama masalah sampah dan lingkungan. Baginya hal paling mahal dari rakyat Indonesia adalah 'kesadarannya'. Ya, satu satunya kunci untuk menyelesaikan masalah negeri ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

Kita tinggal berpikir, bagaimana caranya memahar sebuah kesadaran yang super mahal ini? Tentu banyak sekali cari yang dapat dicapai, mulai dari penyuluhan, pendidikan dan latihan khusus dari lembaga pemerintah dan gerakan nirlaba yang bersifat go green.

Tapi apakah itu semua efektif untuk mengkampanyekan ramah lingkungan? Saya rasa untuk menyelesaikan masalah nasional diperlukan dua hal agar masalah dapat lebih cepat selesai. Yaitu melalu pendidikan dan dunia hiburan.

Sifat Dunia Hiburan

4 Tahun lebih berada di fandom sebuah idol grup menjadikan saya tahu persis orang-orang yang melakukan aksi dukungan bagi idolanya. Kadang kala mereka melakukan hal kurang waras dan saya yakin dia tidak menyadari hal itu. Memang saat kita mencintai seorang idola, tingkat kesadaran kita semakin berkurang. Kerap kali idola mempengaruhi alam bawah sadar penggemarnya.  Itulah yang menimbulkan terjadinya imitasi dan duplikasi terhadap para penggemarnya.

Ketika sebuah aktris wanita bersifat sosialita dan mengenakan pakaian yang kurang berkenan. Maka remaja putri yang mengaguminya akan mengikuti gaya berpakaian tersebut. Begitu pula dengan Aktor yang sering main cewek. Remaja Putra bisa saja menjadikan ia sebagai panutan, sehingga sering main cewek dianggap hal yang biasa.

Di sinilah kekuatan sebuah idola dapat dimanfaatkan, kita dapat membentuk sebuah idol grup bersisi wanita cantik, cerdas nan enerjik yang mampu menginspirasi anak muda lainnya. Salah satu kelebihan yang ingin saya tonjolkan adalah bahwa idol grup ini secara konsisten menyuarakan hidup ramah lingkungan. Lalu melakukan kegiatan bakti sosial di dunia nyata. Dengan begitu para penggemar yang mendukung pun dapat mengikuti jejak idolanya.

Satu lagi kelebihan yang dapat digunakan, yaitu sosialisasi secepat kilat. Jika basis fans sudah kuat apalagi jika KireiGreen sudah mengudara di televisi bukan hal susah lagi jika ingin mempublikasikan sesuatu ataupun mengkampanyekan suatu maksud.

Sifat Fanbase Idol Grup
Fanbase adalah perkumpulan fans berdasarkan kategori tertentu (Regional, visi maupun media) yang bersatu untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan itu bermacam macam, mulai dari memajukan oshimennya memajukan idolgrup yang di dukung ataupun hanya sekedar sharing dan silaturahmi. Yang cukup disayangkan adalah karena perkumpulan ini sering kali tidak efisien dan tidak menghasilkan apa-apa. Hanya sebatas tukar menukar foto idolanya, buka lapak aksesoris sampai hanya kumpul kumpul nonton video idol. Menyenangkan? Tentu, saya sudah bertahun tahun melakukan hal ini meski belakangan saya sama sekali tidak berkumpul karena fokus UN.

Alangkah baiknya jika kegiatan sebuah fanbase menghasilkan suatu efek. Seperti misalnya berkeliling sekitar lokasi gathering untuk memungut sampah. MEngadakan bakti sosial. Apakah selama ini fanbase tidak pernah baksos? Wow jangan salah. Fanabse kami pernah turun ke jalan untuk mengumuplakn sumbangan bagi korban penindasan di Palestina. Fanbase lain pun saat ada bencana alam sering kali mengadakan baksos.

Tapi jika dibuat perbandingan jumlah kegiatan positif dengan kumpul-kumpul biasa hanya sedikit sekali presentasi dari kegiatan positifnya.

Dengan menerapkan  idol ramah lingkungan saya harap dari 4 minggu dalam sebulan fanbase yang telah terbentuk mampu melakukan gerakan hijau dua kali. Atau tepatnya 2 minggu sekali. Seminggu untuk kumpul biasa, seminggu untuk beraksi turun ke Jalan.

Hal ini bukan semata-mata membersihkan Indonesia dari sampah. Namun untuk menambah rasa memiliki dalam dada kita. Ini lho Indonesia, ini juga negara milik kita. Acap kali kita tidak sungkan membuang sampah sembarangan karena kita tidak merasa memiliki lingkunag sekitar. Dengan semakin banyak yang merasa memiliki maka semakin banyak pula orang yang tidak terima jika ada pihak tak bertanggung jawab yang buang sampah sembarangan.

Satu hal yang saya suka dari fanbase sebuah idol grup adalah solidaritasnya,S entah dari dari fandom mana rata-rata mereka sangat solid, baik di dunia maya dan dunia nyata. Dengan begitu saat KireiGreen telah memiliki jaringan fans yang kuat dengan mudah kita dapat melakukan hal-hal positif yang sensasional. Itu semua berkat solidaritas para Greeners (Green Volunteer/Green Supporter/Sebutan fans Kirei Green).

Jika fans kami tidak mampu melakukan aksi-aksi yang luar biasa minimal diri mereka pribadi sudah merubah sikapnya yang lebih peduli. hehe, gak ada yang rugi tho?


Kekuatan seorang wanita
Kenapa sih nip lu ngotot bikin idol grup berbasis lingkungan? Emang ada yang peduli? Lembaga pencinta lingkungan yang sudah jalan bertahun-tahun aja gak mampu menyelesaikan masalah ini.

Hah, ini juga alasan saya memutuskan memperjuangkan ide saya. Idol Grup tak lepas dari kesan perkumpulan wanita muda yang memiliki bakat. Perlu kita tahu bahwa wanita memiliki power of engangment yang kuat.  Wanita yang di idolakan banyak orang mampu membius dan mengubah segala hal. Tak salah jika ada istilah, sebuah negara tergantung dari wanitanya. Jika wanitanya rusak, maka negara itu juga akan rusak. Begitu pula ada istilah 'Dibalik pria sukses ada wanita hebat di belakangnya'.

Dengan membentuk idol grup ini diharapkan kaum remaja putra mampu mendukung idolaya dengan kegiatan atau hal yang positif. Semakin banyak yang cinta maka semakin kuat pengaruh KireiGreen dalam mencapai suatu hal.

Lihatlah Prambanan,  lihat Taj Mahal, itu adalah bangunan menakjubkan diluar nalar yang dibangun oleh seorang pria yang jatuh cinta kepada seoarang wanita. Terlepas itu fakta atau mitos namun hal tersebut melambangkan kekuatan seoarang pria yang jatuh cinta dapat beribu ribu kali mengalahkan pria biasa.  Bayangkan suatu saat nanti ada Super Wota KireiGreen yang mampu mencetuskan hal luar biasa demi kemajuan Indonesia. Siapa yang bangga? Kirei Green tentunya. Siapa yang mendapatkan manfaat? Seluruh Indonesia lah yang akan menikmati manfaatnya.

Di sinilah kekuatan KireiGreen mampu menyemangati para penggemar prianya. Dan dalam segi inspirasi, maka penggemar wanita pun dapat menjadikan KireiGreen sebagai inspirator. Saya harap dengan lahirnya KireiGreen semakin banyak lahir wanita-wanita hebat di negeri ini. Aamiin~


Generasi labil di Indonesia

Kali ini saya akan bahas  generasi labil di negeri ini, yang dimaksud generasi labil adalah remaja-remaja Indonesia yang sedang mencari jati diri. Coba hitung sendiri berapa jumlah remaja di Indonesia? Sangat banyak. Belum lagi kita akan mengalami bonus demografi di tahun 2030.

Televisi dan youtube mulai mempengaruhi gaya hidup remaja masa kini. Mereka adalah korban dari produk kapitalis. Kita hanya mendapat sedikit keuntungan dari hal itu. Para anak-anak sampai remaja tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk namun mereka hanya tau mana yang keren dan mana yang cupu. Sayangnya, hal yang mereka anggap keren adalah hal yang kurang bermanfaat bahkan dapat dibilang TIDAK BERMORAL, tak perlu saya bahas di sini.

Anggap saja kita sedang berperang saat ini. Bagaimana nasib bangsa Indonesia kedepannya jika remajanya direbut oleh kekerenan semu ini?

Satu-satunya cara adalah kita merebut generasi labil tersebut ke tangan kita. Sebagian dari mereka mungkin tak akan tertarik dengan hal-hal yang bermanfaat. Mereka hanya mau mengikuti tren yang keren.

Oleh karena itu di sini KireiGreen ingin menjadikan seusatu yang membosankan menjadi keren. KireiGreen AKAN MENJADI PEMULUNG TERCANTIK DI DUNIA. Ya, simpan kata-kata saya ini.

Dengan begitu keren bukan lagi saat anak SMP memegang I Phone, bukan lagi anak SD mengendarai sepeda motor terkini apalagi anak SMA yang bebas bergaul dengan lawan jenis sampai melebihi batas. Tapi dimasa yang akan datang, imej keren adalah apabila anak muda mampu mengubah daerahnya, memajukan negerinya dan bisa bermanfaat bagi orang lain. KITA SEDANG BERPERANG! Kita akan membelokkan imej keren yang selama ini salah kaprah. Tentu hal ini sangat sulit, sesulit membelokan truck fuso tanpa power steering. Tapi ini bukan hal mustahil. Saya akan memperjuangkan ini sampai kapanpun.


Minimnya Apresiasi Kepada hal Kecil

Satu hal lagi yang membuat kondisi Indonesia terlihat lesu. Yaitu minimnya apresiasi kepada hal kecil. Kerap kali kita harus menjadi juara sebuah kompetisi atau membuat maha karya yang menakjubkan untuk mendapat apresiasi sekitar. Bahkan hal sehebat itupun masih menuai cibiran dari negeri sendiri.

Sedangkan orang buang sampah sembarangan, murid yang datang sekolah selalu tepat waktu, dan hal-hal kecil lainnya kurang di apresiasi. Di sini KireiGreen ingin menyemangati dan mengapresiasi hal-hal kecil tersebut. Sehingga semakin banyak orang yang bersemangat memperbaiki diri dari hal kecil. Tentu hal ini memerlukan proses,  yah beginilah hidup. Hanya berisi sebuah proses.


Tantangan yang ada
Sampailah kepada hal yang kurang menyenangkan atau lebih tepatnya bersifat menghambat. Seluruh cita-cita pasti memiliki tantangan,  terlebih cita-cita besar seperti yang saya buat. Namun semua itu pasti sebanding dengan hasil yang akan kita dapatkan jika proyek ini berhasil.

Saat saya merumuskan konsep ini saya baru berumur 15 tahun, dan saat artikel ini ditulis umur penulis baru menginjak 17 tahun. Begitu muda untuk urusan rumit seperti ini. Namun penulis berusaha skuat mungkin mempelajari banyak hal dan memperluas jaringan diberbagai bidang. Mulai dari aktivis lingkungan sampai manajemen sebuah hiburan.

Tidak mungkin seorang berumur 17 tahun menempati posisi supervisi apalagi sampai produser atau direktur. Ini mungkin cita-cita saya, namun bukan berarti saya harus memiliki jabatan tinggi. Saya hanya ingin visi misi ini tercapai.

Saat ini saya ingin mencari orang yang sanggup menjalankan ide saya. Dan saya hanya sebagai pekerja kasar pun tak mengapa.
Dulu Pakde Jokowi minta saran buat menuntaskan masalah sampah yangs ering dibuang sembarangan, tapi saya sarankan ide gila ini kepada kantor staf presien sama sekali gak digubris. Amat wajar sekali yah :) .



Lalu saya menjalin hubungan dengan pengusaha sampah berusia paruh baya. Namun saya kurang sreg karena umur yang terpaut jauh. Sampai akhirnya saya kenal Ratu Sampah, Wilda Yanti. Beliau adalah pengusaha pertama yang memberikan feedback positif terhadap ide saya. Bahkan jika ada kesempatan berdiskusi beliau mengijinkan saya untuk bertukar pikiran dengannya. Semoga saja kami menjadi jodoh perjalanan dan perjuangan.

Tanggal 6 Agustus akan diadakan acara bertema wirausaha dan pemecahan masalah bangsa yang didukung oleh Kementrian Indusri dan Ekonomi Jepang. Saya tidak tahu mendapat undangan atau tidak. Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ide saya.

Saya sangat butuh investor, tapi saya lebih butuh mentor  dan tentu untuk saat ini seorang fasilitator sudah cukup bagi saya.
Saya hanya anak kecil kemarin sore. Yang memiliki mimpi jauh ke depan.

Saya tak yakin akan ada yang mau mendengar saya apalagi sampai tergugah hatinya untuk membantu saya.
Tapi sedikit demi sedikit saya akan dan harus memantaskan diri.



Demi negeri...

Perjalanan masih panjang...





*(sewaktu waktu artikel ini dapat disunting demi penyempurnaan)
Read More

Kamis, 04 Agustus 2016

Pengalaman Tes Tulis Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) 2017


Jumpa lagi dengan saya, pejuang Monbukagakusho 2017. Bagiamana kabar kalians semua? Semoga baik-baik aja ya. hehe

Kali ini saya mau bahas pengalaman seputar beasiswa monbu lagi. ngomong-ngomong pengumuman hasil tes tulis masih besok lho. Jadi jangan terlalu harap kalian akan mendapat kunci sukses menghadapi ujian tulis.

Postingan ini bertujuan untuk ajang sharing saja, bahkan saya pribadi tidak terlalu yakin bisa lolos tahap ini. Lagi-lagi, saya posting tulisan ini sebelum saya gagal. Karena kalau saya gagal, gak mungkin sempet menulis kegagaan saya sampai panjang lebar. huehehe xD



Saya sendiri melaksanakan tes pada hari Selasa tanggal 19 Juli yang lalu di Kedutaan BEsar Jepang JAkarta. Dua hari sebelum berangkat tes saya telah mempersiapkan alat tempur berupa papan ujian dan juga peralatan tulis. Sehari sebelum tes saya pun sulit sekali tidur nyenyak.

Tak terbayang besok saya akan bertempur dengan orang-orang yang jauh lebih pintar dari saya. YA, saya yakin itu. Mengingat mungkin saya adalah nilai UN paling kecil di angkatan seleksi kali ini.


HARI H

Pada hari pelaksanaan, saya bangun jam setengah 4 dan bersiap secepat mungkin. Sambil menunggu ayah pulang kerja dan adzan subuh saya baca-baca kembali buku Matematika dan video zenius. Saya yakin sampai di sana tidak mungkin belajar lagi.

TEpat jam 5 pagi lebih 5 menit saya berangkat ke pintu tol cikarang diantar oleh ayah saya. MAsih pagi sekali, dan kami menunggu bis jurusan Blok M. FYI: Jam 5 adalah keberangkatan pertama bis mayasari blok M

Hanya menunggu 3 menit, bis langsung datang dan saya pun bergegas menaiki bis yang sesak dengan para pekerja yang ingin berangkat.
Di dalam bis saya pun membaca buku  kembali namun semakin banyak penumpang samakin tak nyaman. Dan saya putuskan hanya memandangi ke arah luar Jendela. Sesekali, lantunan pengamen jalanan menemani perjalanan yang dingin ini. Ingin mengajak ngobrol orang-orang di bis namun mereka sibuk dengan gadget masing-masing. T_T

Ada yang buka situs berita, main POkemon GO dan banyak sekali yang telinganya tertutup benda berkabel itu. Tak terasa saya sudah sampai komdak bawah. Saya yang sudah kebelet buang air kecil stadium 4 memutuskan turun di depan f(x) Senayan untuk buang air kecil dahulu.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih 40 menit. Saya pun berlari menuju f(X) mengingat pendaftaran ditutup pukul 8:30 WIB. Saya harus naik ke lantai empat dengan eskalator yang mati. Sudah sampai lantai 4 ternyata toilet masih terkunci. Yahsudah saya cari-cari ke lantai lainnya. GIlak, mau pipis aja segini perjuangannya.



Tak terasa sudah pukuk 7 lebih 55 menit. Sayapun berlari ke halte senayan dan LANGSUNG NAIK BIS YANG DATENG. Sampai pertengahan perjalanan baru ngeh, "Lho kok bisnya balik lagi ke semanggi?", "Tidaaaaak, gue salah naik bis!!" Akhirnya turun di semanggi dan gilaak. Saya bingung mau lewat rute mana. Saya bertanya kepada belasan orang yang lewat namun seluruhnya melangkah 'amat sangat cepat!!!'. Gilak yah orang-orang di sini. Ini salah saya yang ceroboh karena terburu-buru. Kalian tahu halte semanggi segimana gede dan puanjangnya? Saya ingin menanya petugas halte pun harus jalan jauh. kalo salah ya harus nyebrang lagi. Akhirnya saya putuskan menuju jalur yang saya yakini saja, belasan menit saya terbuang sia-sia.

Sampai pintu halte menunggu bis jurusan kota pun sangat lama. Akhirnya saya naik jurusan HI karena seinget saya terakhir ke Kedubes Jepang kantornya berada di dekat HI. Akhirnya saya masuk dengan yakinnya. Sekarang pukul 8 lebih 15 menit. Saya punya waktu 15 menit lagi supaya tidak telat (padahal sekarang hitungannya sudah sangat telat).
Sampai halte Plaza Indonesia ternyata jarak kedubes sangat jauh... Jika  jalan kaki dan mepet waktu. Seinget saya dulu gak sejauh ini, haha. Maklum terakhir kesana tahun 2012.

Saya berlalri sekuat tenaga seperti yang di film-film itu lho.. huhu.. Terlihat dramastis sekali bukan? PAdahal kalo liat langsung kayak orang gila atau anak ilang yang dikejar satpol PP.
Sampai Kedutaan Besar Jepang basah kuyup dan melihat jam pukuk 8 lebih 40 menit. "MATILAH AKU" batinku. Sampai gerbang KEdubes pun ditahan oleh mbak-mbak JASSO. Beliau menanyakan nomer ujian saya. saya hanya jawab angkanya. BUkan kode lengkap, mbak-mbaknya kesel karena saya gak nyambung terus. Maklum saya habis sprint dan mikir sambil ngos-ngosan. hiks

Akhirnya saya dikawal masuk oleh satpan Kedubes  dan di dalem masih nyasar ke kantor Visa, *tepok jidat*. Diarahkan lagi oleh staf sana suruh naik ke lantai dua. Fyuh... Pukul 8:45 sampai di depan ruangan ujian. Langsung di absen oleh mbak-mbak JASSO yang mukanya tak asing lagi (pernah bertemu di pameran). Begitu membuka pintu ruangan....... JENGGGGGJENGGG..

Sudah pada siap tempur dan duduk rapih.. Yasalam rumah cuma Bekasi kenapa saya yang paling telat. Itupun saya masih nyari-nyari meja kayak orang gila sampe depan ruangan. Ternyata meja saya di paling belakang *tepok jidat lagi*.

Bener-bener malu kuadrat saya... Saya duduk dengan cewek chinese di sebalah kanan saya dengan nomer GJ02420 dan di kiri saya ada wanita berhijab dengan nomer GJ02367

Kebanyakan yang tes adalah orang-orang dengan penampilan bersih, putih dan berkacamata. Saya?  haha. Jangan tanyakan hal tersebut. Celana digulung, dekil dan yah gitulah...

Saya langsung mendapat arahan susulan dari mas-mas Kedubes/JASSO. suruh mematikan HP. Karena grogi HP gak saya matikan tapi saya cabut batrenya dan batrenya saya simpen x_x .

Ujian dimulai!!! SKIP!!!


Ternyata benar soal ujiannya gak jauh beda dengan tahun lalu. Saya bisa mengerjakan beberapa soal di MAtematika, karena sempat belajar juga dari materi Zenius yang dikasihsahabat saya, Christian Jeremia. Sisanya saya kurang faham karena memang butuh pemahaman yang mendalam.


Setelah tes matematika lanjut tes FISIKA! Saya gak tau harus bilang apa untuk mata pelajaran ini.  Di SMK saya hanya belajar cara membetulkan komputer dan manjat tower jaringan serta instalasi jaringan. Saya tidak pernah melihat soal seperti ini sebelumnya :> . Tapi degan memeras otak saya bisa memahami beberapa pertanyaan. Tidak saya jawab pakai rumus, tapi saya jawab dengan pembuktian fisik. namanya juga fisika. Saya hanya faham teorinya. Untuk rumus blum belajar ><'

Finally! Bahasa Inggris...

My English is very Goodest.. Yes, good gooder goodest.  I hope you know what I mean. haha ya inggris saya buruk sekali. Di form apliaksi pun saya mengatakan 'POOR' dan 'POOR'. Soalnya mirip tes toeic, saya bisa mengerjakannya :D ...... s e b a g i a n .. wkwk

Setelah itu saya dan rekan-rekan perjuangan keluar ruangan deh. Sebelumnya buar air kecil dulu.. Gilak yah.. Saya cuma mau memuji toilet di kedubes, saya belum pernah melihat toilet seperti ini. keren deh pokoknya. Oke gak penting.
Di luar gedung saya berkenalan dengan beberapa orang. Karena saya datang terlambat maka tak sempat mendapat kenalan di awal acara. Tak hanya peserta yang saya ajak kenalan. Satpan kedubes, orang tua peserta pun jadi. haha

Saya salut dengan mereka semua, perjuangan mereka. Saya harap ada dari kenalan saya yang berangkat ke Jepang tahun depan. Setidaknya saya bisa menitipkan impian saya ke mereka.

Sampai tahap ini saya sudah sangat bahagia. Duduk dengan cewek cina, sangat sesuai dengan mimpi di tidur saya beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian.

Ditambah saya duduk di kursi di dalam Kedutaan Besar Jepang. Itu juga adalah impian saya sejak 2012. Terima kasih kepada pihak Embassy of Japan telah memberikan kesempatan saya mengikuti tes tulis. Padahal saya tahu, banyak yang nilai Ijazahnya jauh lebih besar dari saya namun tak diberikan kesempatan ini. Dan saya merasa bersalah karena tidak bisa maksimal belajar materi yang diujikan.

Semoga saya, kami dan kita semua diberikan jalan perjuangan yang baik.

Perjuangan masih panjang......
Read More