Jumat, 05 Februari 2016

Sekali Bertanya, Sejuta Ilmu Kuterima



Kisah ini adalah mini chapter dari Filed Report Kaskus The Lounge yang diadakan pada tanggal 29 April 2015. Sengaja saya buat cerita tersendiri karena cukup banyak juga bahasan yang akan saya tulis. Hehe

Mari kita flashback ke hari rabu minggu terakhir di bulan April 2015. 5 hari sebelumnya saya mengisi data yang telah disediakan oleh KASKUS untuk mengikuti acara kopdar antar Kaskuser. 

Tibalah hari dimana acara tersebut berlangsung. Namun saya tidak berangkat begitu saja. Mengingat hari itu adalah hari sekolah dan esoknya pun bukan hari libur. Sempat ragu untuk pergi namun akhirnya saat semedi di wc saya mendapat panggilan alam untuk menghadiri acara tersebut.

Setelah mendapat wangsit yang entah darimana asalnya, sepulang sekolah saya langsung bergegas menyiapkan barang bawaan dan memulai petualangan ini.

Oh ya, saya adalah pelajar kelas 2 SMK (saat itu). Saya tinggal di daerah Cikarang, Bekasi. Untuk ke kantor KASKUS yang berada di Kuningan Jakarta saya menempuh perjalanan sekitar 2 jam bonus macet. hehe

Terbayang sudah anak 16 tahun pulang sekolah lalu ngebolang ke kota orang. Antara kayak anak ilang atau manusia kurang kasih sayang. *eh

Acara dilaksanakan Ba'da Magrib, namun berhubung orang jauh, setelah ashar saya langsung meluncur. Seperti biasa, dari dekat rumah naik Angkot ke pintu Tol Cikarang dan dilanjut AC121 jurusan Blok M, turun komdak atas dan lanjut lagi dengan Metromini S99 jurusan kuningan.

Setelah sampai di kantor KASKUS tentu saya berbincang-bincang dengan setiap orang yang saya temui sebelum acara dimulai. Saya bertanya-tanya kepada kaskuser yang baru saya lihat mukanya. Akhirnya dapet banyak kenalan deh. hehe

Dari anak yang seumuran, sarjana sastra inggris, sampai emak-emak saya ajak ngobrol. Bahkan Office Boy-nya KASKUS saya ajak ngobrol, ini berakibat fatal karena saya langsung disuguhkan minuman dingin.. Fatal banget kan? haha, coba saya gak nyapa dan nanya-nanya. Gak bakal dapet rejeki nomplok kayak gini :D

Acara berjalan dengan lancar. Dan tentunya banyak cerita yang bisa dibagikan. Silahkan baca FAILED REPORT saya di KASKUS untuk lebih lengkapnya. Silahkan tulis id kaskus kalian di komentar agar kita saling kenal hehe. Karena post ini tidak difokuskan untuk Acara tersebut *PLAK*.



Acara selesai sekitar pukul 10 malam. Kurang gila apa anak sekolahan yang besok sekolah malah pergi jauh-jauh sampe malem gini. Yang penting sudah direstui emak kan? hehe....

Saat itu kami bertukar kontak satu sama lain dengan beberapa kaskuser. Dan ada satu kaskuser asal Bekasi juga (namun berbeda arah) yang saya mintai nomernya. Bukan untuk pertemanan semata. Tapi saya bilang kepada dia kalo saya gak dapet mobil saya kontak dia buat panggilan darurat. haha

Setelah turun dari metromini, inilah saat hidupku dipertaruhkan (lebay akh ) . Ya, pertama adalah Bus terakhir menuju Cikarang jam operasional normalnya pukul 11 malam. Kedua, sekarang sudah pukul 22:45, jika bisa yang terakhir sudah lewat habislah sudah. Dan yang terakhir besok adalah hari sekolah. Jika libur mungkin saya bisa tidur di pinggir jalan tapi ini adalah weekday.

Saya bertambah panik ketika jam menunjukkan pukul 23:05 namun bis ke arah Cikarag belum juga lewat. Saat itu perasaan saya campur aduk namun tetap cool. Soalnya disana masih ada beberapa orang pulang kerja.

Sekedar informasi, saya menunggu bis di halte kecil di sebrang gedung POLRI di dekat plaza Semanggi. 

Disitulah anak bawah umur hanya bersandar di dinding sebelah halte dengan bingungnya ditengah kota besar yang keras (lebay banget kayak FTV). Tapi memang benar, saat itu saya benar-benar bingung walau tidak panik. Karena saya sudah biasa pulang malam dari kota orang sendirian meski tak semalam ini dengan kendaraan umum.

Sebagai orang kepo sejagad  saya bolak balik dan muter-muter badan ditempat menikmati indahnya Jakarta dimalam hari (Indah pala mu nip). 

Orang-orang yang pulang kerja terlihat sangat lelah dan mukanya jutek semua, sebagai orang yang hobi ngobrol tentu mereka gak curhatable banget. Atau mungkin tepatnya saya terlalu takut menganggu mereka yang sedang istirahat. hehe

Hingga suatu saat,  saya melihat sesosok yang paling tua diantara orang lainnya. Namun beliau terlihat tenang dan tidak sejutek yang lain. Saya perkirakan umur bapak ini berkisar 55-60 tahunan.

Tanpa panjang lebar sedikit demi sedikit posisi saya bergeser mendekati bapak tua itu. hihi, kalo langsung disamperin takut dikira rampok.
 .

"PULANG KEMANA PAK?" Tiba-tiba kalimat itu nyeletuk lewat bibirku.
"Oukh saya?" Bapak itu bertanya balik untuk memastikan jika saya berbicara kepada dia.
"Iya pak!" Jawabku singkat
"Owh kalau saya pulangnya ke Cikarang" Beliau berbicara mirip gaya mbah B.J Habibie.
"Wah sama berarti pak sama saya. Saya juga cikarang. hehe.." *nyengir gila*

Batin saya saat itu "Iyesss Iyessss... Alhamdulillah dapet temen sepenanggungan nungguin bis ke arah Cikarang. Kalaupun saya harus terdampar setidaknya ada  orang yang menemani, heuheu.

Karena saya bertanya satu kalimat tadi kami jadi ngobrol buanyak dengan bapak ini. Wawasannya sangat luas dan dia tidak merendahkan saya. Yah walau gak bisa diajak bercanda ektrim berhubung beliau jauh lebih tua dan sangat bijak seperti orang tua kebanyakan.

Sembari menunggu bis kami berbincang tentang berbagai hal.

Perbincangan di Halte

S = Saya
B = Bapak

S: "Bapak dari mana pak? Bawaannya lumayan berat kayaknya...."
B: "Oh saya dari sana" *nunjuk sebrang kanan dikit agak maju, yaah gitu lakh :3*

S: *ngangguk-ngangguk sajalah, hehe *
B: "Adik sediri dari mana? Malem banget dek.."

S: "Oh saya dari sana pak. Kantor KASKUS ada kopdar sama event berbau teknologi gitu."
B: "Ohhh gitu ya..." *masih ngomong ala Pak Habibie*

S: "Bapak pulang kerja apa gimana ini pak?"
B: "Oh iya...iya.. Saya pulang kerja."

S: "Owh ya ya ya.. bapak kerja apa pak?"
B: "Yaaah apa saja yang bisa saya kerjakan" *aduh ini bapak wkwkwk*

S: "Hmm... ya ya ya' *padahal masih belum puas dengan jawabannya :x *
B: ''Adiknya masih sekolah?"

S: "Adik saya pak? Masih SD kok pak..."
B: "Enggak maksudnya adik" *nunjuk saya*

S: "Hooowalaaah. Iya pak saya kelas 2 SMK.. hehe" *jadi adik=hanif :D , i know*
B: "Oh yaaaa..? Adiknya udah ijin orang tua main jauh?" *muka datar tanpa curiga*

S: "Iya pak... udah kok pak.. Tadi saya pulang sekolah pulang pamit orang tua dulu..."
B: "Yaaaaaa. *banyak banget ya nya  *"

S: "Besok saya juga masih sekolah ini pak  ...."
B: "Oh iyaa besok kamis yaaa...."

S: "Bapak sering pulang malem?"
B: "Oh yea saya sering pulang malam..."

S: "Bis ke Cikarang paling malem jam berapa ya pak?"
B: "Biasanya sih jam 11.. Kita lagi nunggu bis yang ke LIPPO Cikarang."

S: "Oh iya iya pak... Masih 20rb kan ya pak?"
B: "Ya masih 20k....."

S: "Kalo kita gak dapet bis lagi gimana nih pak?" *intinya daritadi pengen nanya ini haha*
B: "Oh kita berarti ambil bis jurusan bekasi kota nanti kita nyambung aja elf yang 24 jam."

S: *Fyuuuh* "Oke ya ya pak....."  Akhirnya bisa sedikit tenang dan cek dompet masih ada duit hihi.
B: "Tapi kita tunggu aja dulu di sini. Siapa tau masih ada. Kalo gak ada kita bareng2 aja..."

S: "Oke pak...." Baik banget bapaknya .. hweeeee
B: "Udah sering ke jakarta?"

S: "Lumayan pak... dulu sering tapi akhir-akhir ini jarang kok paling kalo ada keperluan."
B: "Hmm.. yhaaaaaaa"

S: "Bapak sendiri tiap hari mbolak mbalik Jakarta - Cikarang?"
B: "Oooh ndaak.. Saya mah tergantung kerjaan *hmm.. kayaknya beliau Freelancer*

S: "Bapak freelancer? ''
B: "Yaaa bisa juga disebut seperti itu."

S: "Oh jadi pindah-pindah gitu pak?"
B: "Yaaaaaa......... Adiknya setelah lulus mau kemana?"

S: "Walah saya bingung pak. Disuruh kuliah sama keluarga besar tapi nyambi kerja juga bisa pak."
B: "Menurut saya belajar yang tinggi dulu..."

S: "Wah kenapa tuh pak? tanyaku heran."
B: "Kalau kita belajar giat kita lebih dihargai orang. Saya punya saudara, dia biasa-biasa aja tapi dia belajar terus. Sekarang dia jadi gini *ngacungin jempol* . Anak saya juga saya suruh kuliah. Tadinya saya pengen dia kayak saya. Tapi dia lebih milih jurusannya sendiri. Kalau lulus nanti dia bikin-bikin kapal."

S: "hwooo... yah yah yah... bener pak.. Belajar emang wajib."
B: "Kita jadi manusia cuma bisa belajar. Nasib hidup itu urusan Yang Maha Kuasa. Kayak bapak ini, saya udah tua tapi ya Alhamdulillah..."

S: "Alhamdulillah gimana pak?"
B: "Ya Alhamdulillah masih dipanggil sana sini. Walaupun cuma kerja begini. hehe"

-----
Sebenernya masih bingung ini bapak kerjaannya apaan. Tapi saya yakin dia tenaga profesional. Buktinya di usia yang tidak muda lagi beliau masih kerja sana sini. Anaknya sudah kuliah pula. Wah wah, tapi tak lama kemudian BIS SHUTTLE jurusan cikarang DATANG JUGA!!!

Baru kali ini saya melihat bis sampe ngelus-ngelus dada dan sangat bahagia. "Emaaaaak aku baliiik" batinku. Tenang sudah hidupku malam itu, bapak itu pun langsung mengajakku masuk kedalam bis Cikarang ' terakhir' malam itu.

Berhubung bis ini adalah penghabisan, penumpang di dalamnya sangat sepi. Hanya ada karyawan Tr*ns TV dan beberapa orang yang sedari tadi sudah di dalam bis. Walaupun sangat banyak kursi yang kosong, kami memutuskan untuk duduk bersama kembali untuk melanjutkan percakapan.

Percakapan di Bis

B: "Oh ya adik namanya siapa?"
S: "Saya hanip pak .. Bapak sendiri pak?"

B: "Hoo saya Bayu. *salaman*
S: Oh ..ya ya.. *manggut manggut*

B: Punya saudara atau adik?
S: Iya pak ada, saya dua bersaudara, adik saya sekarang 3 SD.

S: Bapak sendiri anaknya berapa?
B: Saya sendiri ada dua. Laki laki semua. Sekarang Alhamdulillah belajar semua.

S: *hmm maksudnya kuliah kali yak* kuliah gitu pak?
B: Ya bisa dibilang begitu. Tapi saya cuma ngasih sedikit-sedikit buat mereka kuliah.

S: Anak bapak pada kuliah dimana pak?
B: Yang satu deket kok di Pres*den University yang paling gede sedang kuliah S2 di sebrang.

S: "Di sebrang..?? O.o
B: "Yaaaah gitu deh"

Sepertinya maksud dia di luar negeri. Beginilah yang namanya prinsip padi, semakin berisi semakin merunduk. Saya pun tahu anak yang paling besar kuliah S2 di luar. hehe... Saya belajar banyak dari beliau karena sifat merendahnya ini.

S: "Saya ini anak SMK pak, bingung lulus mau kuliah apa kerja. Lagian saya gak sepinter anak SMA."
B: "Sebetulnya manusia itu sama saja. Cuma bakat dan seberapa keras dia mau belajar. Anak SMK gak kalah kok, saya di pembangunan banyak rekan-rekan yang baik juga."

B: "Adiknya STM ya? Jurusan apa itu?"
S: "Saya jurusan komputer sama jaringan pak."

B: "Oh teknologi gitu ya?"
S: "Iya pak.. Tapi ya sedikit-sedikit saya juga belajar bikin-bikin website gitu."

B: "Hmm.. yaaaaa.. Semua kerjaan itu kalau difokuskan pasti berhasil. Yang penting terus belajar. Nanti pas tua kita bakal tau yang kita pelajarain dulu bakal membantu."
S: "iya pak."

S: "Jakarta macet banget ya pak tengah malem juga" ._.a *lirik luar kaca bis*
B: "Oh iya, Jakarta pesat sekali. Saya sudah dari dulu lewat sini lho"

S: "Oh ya pak? Tahun berapa pak? Ngapain aja? Kayak gimana pak keadaannya?" *nanya kebablasan,, ehehe*
B: "Dulu tahun 80-an saya merantau ke sini. Terus dapet isteri tetep kerja di Jakarta. Pas beli rumah di Cikarang pun tetep kerja di Jakarta. Setiap hari saya bolak balik Cikarang Jakarta naik motor. Dulu jalan-jalan masih sepi. Sekarang sudah terang di mana-mana."

S: "Ya pak.. Sekarang emang jakarta padet. Bentar lagi cikarang kayaknya juga sama pak. hehe"
B: *cuma senyum*

B: "Mumpung masih muda, belajar yang rajin. Ilmu itu gak ada yang sia-sia walaupun nanti sedikit lupa. Orang yang sukses pun bukan sebuah keajaiban dan kebetulan. Bahkan keberuntungan itu adalah kesiapan dan kesempatan yang bertemu. Kalo kita gak belajar mana mungkin bisa siap."
S: "Iya pak.. saya bakal belajar terus.."

B: "Iya belajar terus. Saya ini sudah tua tapi tiap hari belajar hal baru.. agar ini *nunjuk kepala* agar ini gak mati. Otak itu unik, barang kalo keseringan di pakai bakal rusak. Tapi otak kalau sering dipakai malah semakin bagus dan semakin hebat. Saya tiap hari baca apa yang bisa saya baca."
S: *dalem batinku, aku yo tiap hari baca status facebook pak //PLAK* "bener pak iya keren ya pak otak."

B: "Kalo mau lebih gampang belajarnya. Adik belajar yang bener. Nanti setelah lulus bisa kuliah pakai beasiswa. Jadi lebih ringan. Anak saya yang besar juga gitu."
S: "Owh ya ya pak, anak bapak yang satunya juga pakai beasiswa?"

B: "Oh ndak.. dyang kecil sedikit-sedikit kerja dan usaha, mungkin mau ngikutin jejak bapaknya. Dia senin sampai jumat sibuk di luar dan kuliah. Nah sabtu minggu pulang ke rumah buat bantuin ibunya.
S: "Owhhh ya pakkk..."

B:"Manfaatin waktu sebaik-baiknya kalau mau cepet sukses. Soalnya banyak orang salah mengartikan kalau waktu itu terus berputar."
S: Lho bukannya waktu itu terus berputar pak?

B: "SALAH! ! ini lho waktu itu bukan berputar... Tapi berjalan... Kalau waktu berputar maka kita akan bertemu kesempatan dan kejadian yang sama donk. waktu itu terus berjalan, nih misalnya adik ada di sini *memeragakan pakai  jari tangan* nah ketika sudah lewat sedikit apa bisa mundur balik lagi?"
S: "Gak bisa lah pak..."

B: "Nah jadi waktu itu terus berjalan. Kalau kita diem hidup kita tenggelam oleh jaman. Kita gak bisa mengejar jaman yang semakin pesat."
S: "Iya pak.. bener banget itu. Hebat pak, Jadi harus berjalan bareng waktu ya pak.."

B: "Oh ya jelas itu. Kalau engak kita terbelakang dan merugi. Orang sukses dan orang gagal punya jumlah waktu yang sama dalam 24 jam. Hanya saja orang sukses menggunakan waktunya dengan bijak."
S: "iya juga ya pak."

B: "Adiknya ngerokok gak? Setau saya anak STM sering ngrokok." *iseng nanya kali*
S: "Wokh gak pak gak. Saya gak ngerokok belum nikah masa mati pak. hehe Tapi temen saya banyak sih.."

B: *Nyengir* "Ya, kalo temen-temen adik ngerokok main main mulu dan seneng-seneng gak usah diikuti. Emang keliatannya jaman banget(?) Yah  temen itu jangan pilih-pilih tapi kalau ada yang begitu gak udah diikutin."
S: "Iya pak, saya juga gak ngerokok. Kalo temenan sama siapa aja saya pak. "

..........
......................
..........
......................


B: Oh ya dik. Saya sebenernya jarang cerita panjang lebar begini. Adik tau kenapa saya au cerita panjang?
S: "Waduh pak, kok bisa gitu?"

B: "Ya itu karena kamu tadi nanya saya duluan... Jarang banget ada anak muda yang mau ngajak orang ngobrol duluan kayak sampeyan. Kadang malah saya nanya anak muda duluan malah pada cemberut atau diem aja, kan saya gak tau juga ya sifat-sifat mereka, hehe."
S: "OH hehehe. Iya pak soalnya saya emang suka iseng nanyain orang. Anak muda sekarang emang suka sendiri-sendiri pak, saya aja yang anak mudah gak tau kenapa pak."
B/S: "haha"

.........
.....................
.........


Akhirnya BIS kami mampir pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Tak terasa sudah dekat tempat pemberhentian. Pak Bayu mendapat telepon  dari istrinya, beberapa detik kemudian saya pun mendapat sms dari emak. hehe

Sebetulnya banyak percakapan yang dapat saya tulis. Berhubung sebagian lupa dan sebagiannya mungkin privasi dan basa basi jadi saya singkat saja. Mohon maaf ya

Apasih poin penting dari percakapan dan pengalaman saya di atas.?

YA! Saya mendapat ilmu seabreg dan berkenalan dengan bapak yang hebat ini cuma karena sekali bertanya. Karena iseng bertanya kepada beliau saya mendapat banyak pembelajaran dari seseorang yang usianya sangat jauh di atas saya dan tentunya sudah makan banyak garam.

Beliau juga mengajarkan arti merendah diri walaupun beliau hanya mencontohkannya bukan sok menceramahi apalagi menggurui.

Selain ilmu nomplok yang saya dapatkan. Saya mulai berpikir, bagaimana kalau saya tidak menyapa bapak itu sebelumnya. Pasti saya telah bingung ingin pulang naik apa, dengan siapa dan tidak tahu bis jurusan rumahku masih ada atau tidak.

Berkat beliau, saya mendapat banyak nasihat dan motivasi. Saya tak menyangka dengan iseng bertanya bisa seperti ini. Memang pada dasarnya saya suka mendapat kenalan baru. Semoga anak muda sekarang bisa aktif berbaur di masyarakat dan tidak hidup terlalu individualisme ditengah keramaian.

Di angkotpun saya suka gitu, apalagi kalo ketemu mbak-mbak cakep (gak deng wkwk ). Yah intinya bertanya bukan disaat butuh saja. Ada kalanya bertanya bisa menjadi pintu datangnya jodoh, pintu datangnya rejeki, pintu datangnya pekerjaan dan tentunya pintu untung mendapatkan ilmu baru.


Mau Bertanya, Enggak Sesat di Jalan
"Hanif Ahmad Fauzi - 20160502"

2 komentar

keberuntungan itu adalah kesiapan
dan kesempatan yang bertemu. , oke nip gue akan rajin berlatih, agar kuat berlari :cool :v


EmoticonEmoticon