Sabtu, 27 Mei 2017

[16+] Keperawanan Merupakan Sebuah "Ketidakpunyaan"




Dear sahabat Hanif yang budiman dan budiwati, maaf banget karena sudah sangat lama tidak mencurahkan isi kepala di blog yang sederhana ini karena lebih sering menulis untuk orang lain. Karena yang datang ke blog ini banyak orang random dan nyasar. Maka perkenalkanlah, nama saya, gue, aku adalah Hanif. Seorang jomblo strongan yang masih suci berusia 18 setengah tahun. 

Pada kesempatan kali ini gue akan membahas sesuatu yang sebetulnya cukup tabu untuk diperbincangkan. Namun biar bagaimana pun juga, gue sudah diubun-ubun untuk menceritakan pandangan gue terhadap hal ini. 

Kali ini kita akan membicarakan sebuah keperawanan. Kisah ini berawal dari curhatan-curhatan intim rekan wanita gue yang gak mungkin namanya gue ungkapkan satu persatu di sini. Namun secara singkat, gue sering dijadiin tempat curhat masalah intim yang mana gue sendiri pun berat untuk mendengarkannya. Terlebih lagi gue sendiri masih perjaka tingtong. 



Secara fisik, seorang perawan ditandai dengan utuhnya selaput dara yang berada pada daerah vagina. Hilangnya keperawanan biasanya disertai dengan keluarnya darah dari daerah vagina yang tergantung bentuk dan ketebalan selaput dara saat mengadakan persetubuhan pertama kali.- Wikipedia -

Di era globalisasi seperti saat ini dimana kita sangat sulit melihat batasan moral ketimuran dan hedonisme versi kebarat-baratan, sepertinya kita sudah tidak asing lagi dengan free-sex. Sekalipun kita tak pernah melakukannya sendiri pasti kita pernah mendengar kisah 'nikmat' tersebut dari teman-teman, bacaan, maupun film yang banyak beredar. 

Di sini, gue gak akan bahas dosa-pahala apa yang di dapat dari free-sex. Tapi gue lebih menyampaikan bagaimana rasanya kehilangan keperawanan, kelakuan laki yang berburu keperawanan sampai opini gue pribadi tentang keperawanan itu sendiri.


Apa saja yang menyebabkan remaja kehilangan keperawanan? 

Berdasarkan pengalaman gue, banyak sekali faktor yang menyebabkan hilangnya keperawanan dari tubuh remaja putri. Pasti selalu ada kisah menarik saat momen pecah perawan pertama. Rata-rata mereka melakukan hubungan badan pertamanya dengan lelaki yang dipercayainya, atau lebih tepatnya yang mengelabuinya *plak*. 

Namun dibalik kesukarelaan sang gadis yang direnggut kesuciannya ada banyak masalah kompleks dan cerita panjang dalam diri mereka sehingga rela melepaskan mahkotanya kepada lelaki yang belum tentu menjadi miliknya selamanya. Mulai dari kurangnya ilmu agama, rasa penasaran yang terlalu tinggi sampai faktor hormon seksual yang memang terlalu banyak. 


Apa yang dirasakan gadis yang sudah tidak perawan ?

Rubrik kali ini khusus bagi mereka yang masih perawan dan penasaran apa yang ia dapat jika melepaskan keperawannanya. Bagi yang sudah berpengalaman tolong di skip aja ya. Atau kalo mau baca juga boleh, syukur-syukur bisa mengkoreksi prespektif saya yang keliru besar.💗

Kembali ke topik utama. Setelah seorang gadis melepaskan keperawanannya tentu saja sedikit banyak ada yang berubah dalam dirinya. Baik secara fisik maupun secara mental. Namun sebagian besar inilah yang akan kalian rasakan jika sudah tidak perawan.

a. Minder dalam kehidupan sosial
Hal ini dapat terjadi bagi mereka yang saat melakukan 'ena-ena' masih memikirkan dosa dan sebetulnya masih ragu menikmati kegiatan seksual tersebut. Hal ini tidak selalu dirasakan terlebih jika kegiatan seksual pertamanya tidak diketahui siapapun. Terlebih jaman sekarang makin banyak cewek yang malah lebih bangga jika melakukan kegiatan di luar moral ketimuran.

b. Nagih coyyy
Iyalah, siapa juga yang gak nagih. Poin ini merupakan alasan terpenting buat lu para gadis untuk menjauhi seks bebas meskipun cuma mencobanya sekali. Karena seks itu candu,  bahkan lebih bahaya dari narkoba. Seks adalah candu biologis yang gue sendiri sulit untuk menyampaikannya. (Belom pernah soalnya, hahaha). Tapi gue selalu disaranin sama temen-temen gue baik yang laki ataupun cewek. Jauhilah seks selagi lu belom pernah menyentuhnya. Sekali lu nyentuh hal tersebut. Maka pola pikir lu, jiwa lu, seakan masuk ke portal dunia baru dimana lu harus rutin  melakukan kegiatan 'enak' tersebut. Nagih ini terutama untuk kalangan para lelaki, karena cewek biasanya lebih bisa menahan birahinya. Namun biar bagaimana pun juga, cewek cowok sama aja lah gak boleh coba-coba.


c. Gak inget dosa
Yaps, kalo udah melakukan kegiatan 'enak' ini lu gak bakal inget dosa. Inget sih, paling selang beberapa saat setelah melakukan kegiatan seksual aktif tersebut. Nah yang ini sampai sini aja, gue bilang di awal gak akan bahas dosa dan urusanan ketuhanan lain. Itu sudah jelas hukumannya namun berbeda prespektif bagi tiap orang. 

d. Menganggap orang lain yang suci sebagai kaum munafik
Wah ini yang kurang gue suka. Karena mereka sudah menikmati enaknya surga dunia maka mereka mengeneralisir semua remaja sama. Gue juga sering bilang kalo gue gak ada niatan buat free-sex atau coba-coba gauli anak orang dan langsung dikomen, "halah, ditunggingin juga paling lu ngaceng nif". Yaeyalah boss gue kan juga mamalia jantan *hahaha*. Tapi gue masih berjuang dan berpikir panjang. Gue gak mau merusak kisah-kisah unyu gue dengan melakukan kesenangan  sesaat kayak gitu. Well, hak mereka juga sih mau bilang orang lain munafik. Gue sendiri gak pernah tersinggung, cuma kurang sependapat aja. hehe


KEPERAWANAN MERUPAKAN SEBUAH "KETIDAKPUNYAAN"

Telah sampailah kita pada inti yang pengen banget gue sampaikan. Banyak di antara kita menganggap keperawanan adalah sebuah kepemilikkan status suci yang harus dipertahankan. Namun bagi gue, keperawanan lebih dari itu. 

Bagi gue pribadi, gadis dengan status perawanan maka dia sedang tidak memiliki apa-apa terutama rasa candu akan seks yang mengelora.

Jika saja ketidakperawanan = smartphone, dan seks=pulsa. Orang yang memiliki smartphone pasti selalu mebutuhkan pulsa untuk membeli paket internet dan hal lainnya. Kalo gak punya pulsa ya lu gak bisa ngapa-ngapain dengan smartphone tersebut. Sama kayak seks, gadis yang sudah pecah perawan akan terus butuh asupan kelamin lawan jenis untuk memnuhi kebutuhannya. Berbeda dengan perawan yang tidak butuh 'seks' rutin untuk menutupi kebutuhannya.

But, overall kalo ketidak perawanan itu adalah smartphone. Dan perawan itu tidak punya smartphone. Maka gadis-gadis secara alamiah pengen donk punya smartphone, haha. Yah godaan dunia mah emang besar :p . 


Intinya kalo lu perawan lu gakpunya kebutuhan buat gituan, gakpunya tanggungan sosial, gakpunya rasa candu, dan gakpunya hal-hal jelek lainnya. gitu deh >__< PENUTUPAN

Gue gak pernah memandang rendah cewek yang udah gak perawan. Karena gue pun gak pernah tau Tuhan ngasih kekuatan ke gue sampe kapan untuk mempertahankan keperjakaan ini. Gue cuma mau bilang, sebagai cewek lu gak akan mati kalo gak ngerasain seks. 

Yang banyak terjadi adalah cewek-cewek terlanjur sayang dengan seorang lelaki dimana semua lelaki memiliki sifat dasar kebinatangan. Ya sudah deh, sayang sama sayang. Enak sama enak. Gee juga gak bisa nyegah. haha

Dan gue masih yakin, pasti ada di luar sana wanita hebat yang mempertahankan keperawnananya untuk calon suaminya kelak. Dan semoga gue dapet wanita kayak gitu, kalo pun dapet yang gak perawan. Ya sudahlaaah~ hahaha. 

Gue selalu sayang sama temen-temen cewek gue meskipun mereka dapat dibilang tidak suci sevcara agama. Namun gue juga sangat salut dengan temen-temen cewek gue yang memeprjuangkan kesuciannya. Gue tau gimana susahnya  mempertahankan hal tersebut di jaman yang kayak gini :') .

Byeee~byeeee 😂
Sampai ketemu di postingan blog selanjutnya. Kayaknya gue bakal rajin ngeblog lagi. hehe

(postingan ini dapat diupdate sewaktu-waktu)

"Keperawanan bukanlah sebuah status yang patut dibanggakan. Namun sebuah ketidakpunyaan yang wajib diperjuangkan"

27 Mei, 2017 - Ngabuburit pertama
Hanif Ahmad Fauzi

9 komentar

Kalo rasanya merawanin gimana nip ? :v

Ya enak lah :v . Makanya gue gak mau merawanin. soalnya nikamatnya sudah terjamin :v

Jadi ngebayangin gimana ya rasanya merawanin Naanya x-) :p

Alah munafik. Iya sih lu gk merawanin. Tp nge perjakain(?) Temen gua yg d surabaya

Wihhh keren sih kaaa blognya. Seorang lelakii bisaa sampaii berfikiran seprti itu. eh maksudnya bisaa menyimpulkan seperti itu:v kudoakan semoga kelak ka hanip dapet yg 100% perawan yak:v tenang kaa masih bayak kok perawan, tinggal pinter" aja milihnyaa yak:3

Waduuuuh dibaca anaaaa. Jadi malu >___< wkwkwk.
Yah jadi laki emang harusnya begini sih, terbuka n gak gampang nilai orang juga. haha

Aaamiin na, semoga ana dapet yang terbaik juga yak xD

Naanya udah gak perawan nip, udh diperawanin sama kang salon

Waduuu. Demi krimbat gratis den?
Turut berduka cita


EmoticonEmoticon