Kamis, 04 Agustus 2016

Pengalaman Tes Tulis Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) 2017


Jumpa lagi dengan saya, pejuang Monbukagakusho 2017. Bagiamana kabar kalians semua? Semoga baik-baik aja ya. hehe

Kali ini saya mau bahas pengalaman seputar beasiswa monbu lagi. ngomong-ngomong pengumuman hasil tes tulis masih besok lho. Jadi jangan terlalu harap kalian akan mendapat kunci sukses menghadapi ujian tulis.

Postingan ini bertujuan untuk ajang sharing saja, bahkan saya pribadi tidak terlalu yakin bisa lolos tahap ini. Lagi-lagi, saya posting tulisan ini sebelum saya gagal. Karena kalau saya gagal, gak mungkin sempet menulis kegagaan saya sampai panjang lebar. huehehe xD



Saya sendiri melaksanakan tes pada hari Selasa tanggal 19 Juli yang lalu di Kedutaan BEsar Jepang JAkarta. Dua hari sebelum berangkat tes saya telah mempersiapkan alat tempur berupa papan ujian dan juga peralatan tulis. Sehari sebelum tes saya pun sulit sekali tidur nyenyak.

Tak terbayang besok saya akan bertempur dengan orang-orang yang jauh lebih pintar dari saya. YA, saya yakin itu. Mengingat mungkin saya adalah nilai UN paling kecil di angkatan seleksi kali ini.


HARI H

Pada hari pelaksanaan, saya bangun jam setengah 4 dan bersiap secepat mungkin. Sambil menunggu ayah pulang kerja dan adzan subuh saya baca-baca kembali buku Matematika dan video zenius. Saya yakin sampai di sana tidak mungkin belajar lagi.

TEpat jam 5 pagi lebih 5 menit saya berangkat ke pintu tol cikarang diantar oleh ayah saya. MAsih pagi sekali, dan kami menunggu bis jurusan Blok M. FYI: Jam 5 adalah keberangkatan pertama bis mayasari blok M

Hanya menunggu 3 menit, bis langsung datang dan saya pun bergegas menaiki bis yang sesak dengan para pekerja yang ingin berangkat.
Di dalam bis saya pun membaca buku  kembali namun semakin banyak penumpang samakin tak nyaman. Dan saya putuskan hanya memandangi ke arah luar Jendela. Sesekali, lantunan pengamen jalanan menemani perjalanan yang dingin ini. Ingin mengajak ngobrol orang-orang di bis namun mereka sibuk dengan gadget masing-masing. T_T

Ada yang buka situs berita, main POkemon GO dan banyak sekali yang telinganya tertutup benda berkabel itu. Tak terasa saya sudah sampai komdak bawah. Saya yang sudah kebelet buang air kecil stadium 4 memutuskan turun di depan f(x) Senayan untuk buang air kecil dahulu.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih 40 menit. Saya pun berlari menuju f(X) mengingat pendaftaran ditutup pukul 8:30 WIB. Saya harus naik ke lantai empat dengan eskalator yang mati. Sudah sampai lantai 4 ternyata toilet masih terkunci. Yahsudah saya cari-cari ke lantai lainnya. GIlak, mau pipis aja segini perjuangannya.



Tak terasa sudah pukuk 7 lebih 55 menit. Sayapun berlari ke halte senayan dan LANGSUNG NAIK BIS YANG DATENG. Sampai pertengahan perjalanan baru ngeh, "Lho kok bisnya balik lagi ke semanggi?", "Tidaaaaak, gue salah naik bis!!" Akhirnya turun di semanggi dan gilaak. Saya bingung mau lewat rute mana. Saya bertanya kepada belasan orang yang lewat namun seluruhnya melangkah 'amat sangat cepat!!!'. Gilak yah orang-orang di sini. Ini salah saya yang ceroboh karena terburu-buru. Kalian tahu halte semanggi segimana gede dan puanjangnya? Saya ingin menanya petugas halte pun harus jalan jauh. kalo salah ya harus nyebrang lagi. Akhirnya saya putuskan menuju jalur yang saya yakini saja, belasan menit saya terbuang sia-sia.

Sampai pintu halte menunggu bis jurusan kota pun sangat lama. Akhirnya saya naik jurusan HI karena seinget saya terakhir ke Kedubes Jepang kantornya berada di dekat HI. Akhirnya saya masuk dengan yakinnya. Sekarang pukul 8 lebih 15 menit. Saya punya waktu 15 menit lagi supaya tidak telat (padahal sekarang hitungannya sudah sangat telat).
Sampai halte Plaza Indonesia ternyata jarak kedubes sangat jauh... Jika  jalan kaki dan mepet waktu. Seinget saya dulu gak sejauh ini, haha. Maklum terakhir kesana tahun 2012.

Saya berlalri sekuat tenaga seperti yang di film-film itu lho.. huhu.. Terlihat dramastis sekali bukan? PAdahal kalo liat langsung kayak orang gila atau anak ilang yang dikejar satpol PP.
Sampai Kedutaan Besar Jepang basah kuyup dan melihat jam pukuk 8 lebih 40 menit. "MATILAH AKU" batinku. Sampai gerbang KEdubes pun ditahan oleh mbak-mbak JASSO. Beliau menanyakan nomer ujian saya. saya hanya jawab angkanya. BUkan kode lengkap, mbak-mbaknya kesel karena saya gak nyambung terus. Maklum saya habis sprint dan mikir sambil ngos-ngosan. hiks

Akhirnya saya dikawal masuk oleh satpan Kedubes  dan di dalem masih nyasar ke kantor Visa, *tepok jidat*. Diarahkan lagi oleh staf sana suruh naik ke lantai dua. Fyuh... Pukul 8:45 sampai di depan ruangan ujian. Langsung di absen oleh mbak-mbak JASSO yang mukanya tak asing lagi (pernah bertemu di pameran). Begitu membuka pintu ruangan....... JENGGGGGJENGGG..

Sudah pada siap tempur dan duduk rapih.. Yasalam rumah cuma Bekasi kenapa saya yang paling telat. Itupun saya masih nyari-nyari meja kayak orang gila sampe depan ruangan. Ternyata meja saya di paling belakang *tepok jidat lagi*.

Bener-bener malu kuadrat saya... Saya duduk dengan cewek chinese di sebalah kanan saya dengan nomer GJ02420 dan di kiri saya ada wanita berhijab dengan nomer GJ02367

Kebanyakan yang tes adalah orang-orang dengan penampilan bersih, putih dan berkacamata. Saya?  haha. Jangan tanyakan hal tersebut. Celana digulung, dekil dan yah gitulah...

Saya langsung mendapat arahan susulan dari mas-mas Kedubes/JASSO. suruh mematikan HP. Karena grogi HP gak saya matikan tapi saya cabut batrenya dan batrenya saya simpen x_x .

Ujian dimulai!!! SKIP!!!


Ternyata benar soal ujiannya gak jauh beda dengan tahun lalu. Saya bisa mengerjakan beberapa soal di MAtematika, karena sempat belajar juga dari materi Zenius yang dikasihsahabat saya, Christian Jeremia. Sisanya saya kurang faham karena memang butuh pemahaman yang mendalam.


Setelah tes matematika lanjut tes FISIKA! Saya gak tau harus bilang apa untuk mata pelajaran ini.  Di SMK saya hanya belajar cara membetulkan komputer dan manjat tower jaringan serta instalasi jaringan. Saya tidak pernah melihat soal seperti ini sebelumnya :> . Tapi degan memeras otak saya bisa memahami beberapa pertanyaan. Tidak saya jawab pakai rumus, tapi saya jawab dengan pembuktian fisik. namanya juga fisika. Saya hanya faham teorinya. Untuk rumus blum belajar ><'

Finally! Bahasa Inggris...

My English is very Goodest.. Yes, good gooder goodest.  I hope you know what I mean. haha ya inggris saya buruk sekali. Di form apliaksi pun saya mengatakan 'POOR' dan 'POOR'. Soalnya mirip tes toeic, saya bisa mengerjakannya :D ...... s e b a g i a n .. wkwk

Setelah itu saya dan rekan-rekan perjuangan keluar ruangan deh. Sebelumnya buar air kecil dulu.. Gilak yah.. Saya cuma mau memuji toilet di kedubes, saya belum pernah melihat toilet seperti ini. keren deh pokoknya. Oke gak penting.
Di luar gedung saya berkenalan dengan beberapa orang. Karena saya datang terlambat maka tak sempat mendapat kenalan di awal acara. Tak hanya peserta yang saya ajak kenalan. Satpan kedubes, orang tua peserta pun jadi. haha

Saya salut dengan mereka semua, perjuangan mereka. Saya harap ada dari kenalan saya yang berangkat ke Jepang tahun depan. Setidaknya saya bisa menitipkan impian saya ke mereka.

Sampai tahap ini saya sudah sangat bahagia. Duduk dengan cewek cina, sangat sesuai dengan mimpi di tidur saya beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian.

Ditambah saya duduk di kursi di dalam Kedutaan Besar Jepang. Itu juga adalah impian saya sejak 2012. Terima kasih kepada pihak Embassy of Japan telah memberikan kesempatan saya mengikuti tes tulis. Padahal saya tahu, banyak yang nilai Ijazahnya jauh lebih besar dari saya namun tak diberikan kesempatan ini. Dan saya merasa bersalah karena tidak bisa maksimal belajar materi yang diujikan.

Semoga saya, kami dan kita semua diberikan jalan perjuangan yang baik.

Perjuangan masih panjang......

2 komentar

Kaa, mau tanya2 doong. boleh minta alamat emailnya? :)

Kaa, mau tanya2 doong. boleh minta alamat emailnya? :)


EmoticonEmoticon