Selasa, 12 Juli 2016

Monbukagakusho 17 Warrior Wanna Be

Humbaya... Bertemu lagi dengan saya lagi. Mohon maaf jarang update perjalanan karena sibuk di lain blog dan sepertinya blog pribadi ini lebih banyak post draft dibanding post yang published. (x_x)

Untuk yang belum kenal, perkenalkan kembali saya Hanif dari sebuah SMKN di kota kecil Cikarang Selatan. Di sini saya akan menceritakan perjalanan saya mendaftar beasiswa MEXT/Monbukagakusho 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Jepang.

Jangan harap kalian akan mendapat wejangan untuk menang atau tips maha dahsyat untuk mengantarkan kalian ke Jepang. Karena di sini saya akan menceritakan sebuah penyesalan akan persiapan tes yang seharusnya jangan terjadi kembali kepada kalian. Terutama adik-adikku dari SMK ya. ;)

Saya pikir mungkin artikel ini sekarang tidak berguna sama sekali. Namun ditahun selanjutnya semoga artikel ini bermanfaat bagi para 'PEJUANG' yang juga mendafar program ini.


AWAL DAFTAR MONBUKAGAKUSHO (Selanjutnya disebut Monbusho)

Monbusho adalah beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Jepang kepada warga non-Jepang untuk membantu kegiatan pendidikan kita. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah dan biaya hidup di Jepang. Jujur saja saya kenal beasiswa ini sejak SMP, karea ayah saya pernah magang juga di sana jadi sering cerita-cerita tentang Jepang. Sampai satu titik daya diperkenalkanlah dengan Do'i(red:Monbusho). Saya ambil start sejak masuk SMK, saya berusaha mendapat nilai yang stabil dan berharap nilaiku dapat bertahan diatas 8,4.

Tak terasa ternyata saya sudah lulus SMK bulan Mei 2016 ini. Dengan hasil yang memuaskan tapi pas-pasan. Saya gagal mengikuti SNMPTN karena tidak mengikuti saran guru saya untuk memperbaiki nilai. Saya hanya merasa memeperbaiki/mengubah nilai yang telah kita dapat (secara masing-masing) adalah keabu-abuan. Gak hitam dan gak putih. Tentu itu bukan hal yang salah namun saya ingin memulai semuanya dengan sebaik mungkin dan sebersih mungkin. Walau saya pun ndak tahu Tuhan mau menggiring saya kemana.

SNMPTN berlalu, saya pun tidak daftar SBMPTN karena saya sadar kemampuan akademis saya amat sangat kurang untuk melawati passing grade SBM. Walau di SMK oke tapi sangat kaget rasanya bercengkrama dengan materi anak MIPA. Hal lain yang sebenarnya terjadi adalah saat ingin mendaftar SBM saya sedang menjalani Medical Check Up dari PT. DENSO Indonesia, btw saya juga daftar KOUSEN di sana. Dan saya kurang beruntung karena setelah tes tulis lulus ternyata tinggi saya kurang :( .

Akhirnya saya dijanjikan menjadi karyawan regular di perusahaan tersebut. Naamuuuun. Setelah umur saya 18 tahun. Dan itu kapan? Akhir tahun. wkwk

Saya hanya memandangi timeline facebook. Teman-temanku sedang BERJUANG di jalannnya masing-masing. Kurang kerjaan saya hanya memandang Surat Keterangan Lulus beserta nilai UN saya. "Nilai pas-pasan seperti ini apakah bisa lolos seleksi berkas? ", batinku.

Tanpa panjang kali lebar kali tinggi akhirnya saya fotocopy surat2 tersebut. Lalu seperti biasa, saya langsung mengayuh sepeda dengan kecepatan penuh menju sekolah untuk legalisir.

Dengan bismillah perjuangan baru dimulai saat ini. Satu persatu formulir saya download dari website kedubes Jepang. Akhirnya saya mantapkan diri untuk mendaftar monbusho dan mendapat nomer peserta cantik, yaitu 2000, hehe (gak penting :3).

Yosh! Kita isi ini itu Kolom Aplikasinya. Dengan Bahasa Inggris tentunya. Saya mengisi apa adanya karena saya juga gak ada apa apanya (LOL).

Sudah PEDE, akhirnya saya melesat lagi dengan sepeda tercinta menuju JNE, Tumben sekali muka mbak2 JNEnya jutek. Apa saya lupa ucap salam pas masuk:3, untung saja ini jasa kirim paket bukan jasa kirim santet, parno saya:v. Pengen ambil paket kilat khusus istimewa. eh bawa uwitnya kurang T_T , Paket termurah jadi andalan saya, berdoa saja karena tenggat waktu masih 8 hari lagi. ^_^

Akhirnya berkas saya dikirim pada tanggal 1 Juni 2016, tepat pada hari kelahiran Pancasila, hoho.
Semoga berkas ini mampu mengubah hidup saya.

Tanggal 5 Juni saya iseng mengecek kembali Application Form yang masih berada di Ms. Word, lalu........
"ASTAGHFIRULLAH",,,
"Kenapa mas?" tanya emak saya.
"Anu mak, lupa tanda tangan di kertas kemarin" Sahutku dari depan komputer.
'Terus gimana?"
"Aku mau kewarnet lagi ngeprint sekalian ganti foto yang bagusan"

Gilak ceroboh banget, karena satu goresan saya hampir tidak lolos seleksi berkas. Terlebih saya salah menyertakan nilai yang tadinya "X,2" menjadi "X,02".Andaikan saya tidak iseng apa saya akan ngeh? huhuhuhu (T_T), Thanks Ya Allah~


Akhirnya saya daftar menggunakan email baru dan mendapat nomer cantik lagi, print lembar aplikasi dan menyertakan nilai UN saya. Waktu sudah larut, saya urungnkan niat saya ke JNE dan ditunda besok.

JENGJENGJENG!!! Apa yang saya lakukan sebelum pergi ke Kantor POS? Saya sholat dzuhur terlebih dahulu. Dan berkas saya, saya selipkan dibawah sajadah tempat saya sujud. Gila kah? Entah. haha

Apa maksudnya perlakuan lebay ini? Saya sadar, nilai UN saya amat sangat mepet. Saya berpikir pasti staff kedubes mengira saya gak niat belajar semasa sekolah. Untuk itu saya hanya menunjukkan niat saya kepada Sang Maha Verkehendak. Hanya Dia sekarang yang dapat membantu perjalanan berkas saya.

Sip, akhirnya saya mengirim berkas menggunakan jasa Pos Indonesia.
"Wah daftar beasiswa ya dek?" Celetuk petugas Pos pada saya.
"Iyo pak, doain aja haha"
"Kapan berangkatnya nih" *Gilak, lolos berkas aja belum, haha*
"Tahun depan pak, ya kalo lolos" Balasku
"Hoooooooo"
"Kalo saya lolos, nanti tak kirim oleh2 buat bapak yo" janjiku nyeletuk tapi serius, haha

Berkas terkirim tanggal 6 Juni tepat ultah Bapak Presiden pertama kita, Pakde Ir. Soekarno, ditambah H-3 penutupan berkas gelombang II. Saya harap-harap cemas.


HARI PENGUMUMAN

Jengjeng! Saya sudah hampir melupakan seleksi ini, jadinya saya gak belajar serius. Dan sibuk bikin website sana sini, belajar blogging juga. Siapa sangka dokumen saya diberi keberuntungan oleh-Nya.


Dua hari saya gak bisa tidur, antara seneng dan bingung harus belajar apa? Karena saya sadar betul yang diujikan materi SMA MIPA.Setelah menengok pelajaran SMK saya yang belum-belum ternyata sama sekali pelajaran yang nyangkut selain Matriks dan vektor. Sebetulnya ada pelajarannya di SMK namun kita hanya perkenalan dengan materi tersebut. Bukan mendalami.

Rasa optimis, pesimis dan realistis beraduk jadi satu. Saya hanya bisa mengerjakan 'sedikit sekali' soal-soal Monbusho sebelumnya. Akhirnya saya langsung gowes dengan kecepatan kilat (lebayyy) ke rumah teman saya. Hasilnya cukup memuaskan, saya mendapat materi SMA yang cukup lengkap. Ditambah saya dihibahkan voucher Zenius.NET untuk kursus online, thx bro Christian Jeremia mau bantu Perjuangan kawan jomblomu ini.

Tak pakai lama, saya langsung mengidentifikasi soal-soal monbu sebelumnya. Kata anak SMA soal2 tahun sebelumnya gak jauh beda. Namun bagi orang awam seperti saya soal-soal itu berbeda.
Saya bingung belajar materi yang tahun berapa... Saya bingung dan memutuskan, FOKUS BELAJAR materi SMA dan sedikit-sedikit Math A Level.

Tugas saya di sini hanya belajar, seterusnya saya berharap kepada Tuhan agar saya dikuatkan. Toh setelah tidak lolos saya juga memang harus belajar lagi materi-materi yang tidak sempat saya gali di SMK.

Saya hanya belajar semampunya, dan pengertian semampunya adalah ketika Tuhan sendiri yang menghentikan usahamu. Entah kamu muntah-muntah atau malah sakit maag karena kelamaan belajar. Itulah pengertian semampunya.

Mengkompres pelajaran yang dahsyat hanya dalam 2 Minggu itu semi mustahil. Untuk teman-teman yang ingin mendaftar beasiswa ini diharapkan belajar SAAT INI JUGA, saat MEMBACA TULISAN INI. Jika ingin lolos dikemudian hari.

Saya menulis postingan ini H-7 tes tulis di Kedutaan Besar Jepang. Saya melupakan sejenak contoh soal tahun sebelumnya. Saya mengubah fokus dari yang ingin menguasai soal Monbu menjadi orang yang menguasai ilmu. Gak tau kalau yang saya pelajari tidak keluar sama sekali di ujian besok. Siapa yang tahu? ;)  Saya hanya mengandalkan keberuntungan saja, apa itu keberntungan? Yaitu kesiapan yang bertemu dengan kesempatan.

Sampai pada akhirnya saya mendapat informasi yang ujung sumbernya adalah orang JASSO. Bahwa setiap tahun yang menerima beasiswa ini rata-rata sekolah internasional dan SMA 'ternama' di Jakarta.
Jleng! ! ! Jantung saya seperti mengecil rasanya. Bagaimana bisa nilai ngepas ini bisa lolos, dan saya tanya teman yang nilainya lumayan jauh lebih tinggi dari saya tidak  masuk tahap ini.
Apakah saya akan menjadi makhluk terbodoh disana? Apa selama ini Tuhan hanya ingin mempermalukanku? Kenapa saya harus diloloskan tahap ini? Kenapa Kenapa Kenapa?
Tentu Tuhan tak akan seperti itu kepada makhluknya. Dia hanya ingin melihat kita berjuang sampai mana.
Tentu saja aku tak akan menyia-nyiakan perjuangan 3 tahun belajar untuk 3 jam di atas kursi panas ini.
Dengan informasi di atas saya menjadi terpacu belajarnya dan menurunkan ekspetasi saya. Jaga-jaga jikalau Tuhan memberi jawaban lain ditanggal 1 Agustus besok.


Tugas saya hanya sampai di sini. Hanya sekedar memantaskan diri tanpa bisa memaksakan segala sesuatu.

Kesalahan terbesar saya adalah tidak belajar materi SMA semenjak satu atau dua tahun lalu. Untuk itu saya ingatkan bagi yang mau daftar segeralah belajar. Entah apapun keinginan atau cita-cita kaliah. Belajar serius gak akan rugi.

Terutama auntuk anak SMK, belajar serius tidaklah cukup. Satu-satunya kunci adalah BELAJAR LEBIH! Lebih dari yang lain. Saya hanya berharap tahun-tahun mendatang anak SMK banyak yang bisa lolos Monbusho sampai tahap final.

INTISARI


[+] Mulai persiapan dan memantaskan diri sedari sekarang!
[+] Berusaha sekuat mungkind an serahkan kepada Tuhan sisanya.
[+] Untuk anak SMA belajar yang bener untuk anak SMK pelajari materi SMA.


PENUTUPAN

Mungkin banyak juga yang bertanya-tanya. Kenapa belum tes tulis sudah pesimis dan menulis ini itu di blog, pesimis kah? Jawabannya simpel, saya optimis yang dibumbui realistis. Kita memang harus siap mengahadapi keberuntungan dan ketidak beruntungan. Sialnya mungkin kalau saya 'tidak beruntung' maka saya tidak akan menulis  postingan sebanyak ini. Pasti sudah 'loyo' duluan.

Ini hanyalah sebuah catatan perjalanan. Perjalanan dan perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik.
Banyak jalan menuju Akihabara #esalah, Banyak jalan menuju Roma.

Dan terakhir, Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Pasrahkan kepada Yang Maha Mengetahui!

Sampai tahap ini pun, saya merasa sangat beruntung. Salam dari pejuang Monbu 2017 Wanna Be!! ~




'Perjuangan masih panjang.....'


EmoticonEmoticon