Jumat, 05 Agustus 2016

Idoling Hope #10 : KireiGreen - Masa Depan Dunia Idola


Ini adalah artikel seputar KireiGreen yang ke-2 di dunia. haha , Yah karena saat ini KireiGreen masih berbentuk proyeksi atau idol bayangan.

Di artikel ini saya akan cerita panjang lebar seputar awal mencetuskan ide, konsep dasar dan perjuangan yang telah saya lakukan. Ini hanya untuk catatan perjalanan, so.. Saya tidak akan menyebarkan artikel ini kepada siapapun, kalaupun ada yang terlanjur baca, pastilah yang baca adalah orang nyasar di internet. hehe

Kirei Green adalah ide dari seorang anak gila yang pada saat itu berumur 15 tahun, Berawal dari nama 'X-Project' lalu diciptakanlah nama 'KireiGreen' oleh anak gila tersebut. Kirei Green kahir dengan intuisi dan pengalaman seoarang anak yang sering dibully di dunia peridolan sejak umur 12 tahun.

Kirei Green adalah idol grup ramah lingkungan pertama di dunia. Grup idola ini mengusung konsep hiburan berbasis lingkungan hidup. Ide ini lahir dari peluang yang ada pada negeri ini. Sudah hampir 71 Tahun negeri ini lahir, namun permasalahan sampah masih saja menjadi momok yang berat sekali.

Sebagai murid gila , anak tersebut berusaha mencari titik titik permasalahan di negeri ini, terutama masalah sampah dan lingkungan. Baginya hal paling mahal dari rakyat Indonesia adalah 'kesadarannya'. Ya, satu satunya kunci untuk menyelesaikan masalah negeri ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

Kita tinggal berpikir, bagaimana caranya memahar sebuah kesadaran yang super mahal ini? Tentu banyak sekali cari yang dapat dicapai, mulai dari penyuluhan, pendidikan dan latihan khusus dari lembaga pemerintah dan gerakan nirlaba yang bersifat go green.

Tapi apakah itu semua efektif untuk mengkampanyekan ramah lingkungan? Saya rasa untuk menyelesaikan masalah nasional diperlukan dua hal agar masalah dapat lebih cepat selesai. Yaitu melalu pendidikan dan dunia hiburan.

Sifat Dunia Hiburan

4 Tahun lebih berada di fandom sebuah idol grup menjadikan saya tahu persis orang-orang yang melakukan aksi dukungan bagi idolanya. Kadang kala mereka melakukan hal kurang waras dan saya yakin dia tidak menyadari hal itu. Memang saat kita mencintai seorang idola, tingkat kesadaran kita semakin berkurang. Kerap kali idola mempengaruhi alam bawah sadar penggemarnya.  Itulah yang menimbulkan terjadinya imitasi dan duplikasi terhadap para penggemarnya.

Ketika sebuah aktris wanita bersifat sosialita dan mengenakan pakaian yang kurang berkenan. Maka remaja putri yang mengaguminya akan mengikuti gaya berpakaian tersebut. Begitu pula dengan Aktor yang sering main cewek. Remaja Putra bisa saja menjadikan ia sebagai panutan, sehingga sering main cewek dianggap hal yang biasa.

Di sinilah kekuatan sebuah idola dapat dimanfaatkan, kita dapat membentuk sebuah idol grup bersisi wanita cantik, cerdas nan enerjik yang mampu menginspirasi anak muda lainnya. Salah satu kelebihan yang ingin saya tonjolkan adalah bahwa idol grup ini secara konsisten menyuarakan hidup ramah lingkungan. Lalu melakukan kegiatan bakti sosial di dunia nyata. Dengan begitu para penggemar yang mendukung pun dapat mengikuti jejak idolanya.

Satu lagi kelebihan yang dapat digunakan, yaitu sosialisasi secepat kilat. Jika basis fans sudah kuat apalagi jika KireiGreen sudah mengudara di televisi bukan hal susah lagi jika ingin mempublikasikan sesuatu ataupun mengkampanyekan suatu maksud.

Sifat Fanbase Idol Grup
Fanbase adalah perkumpulan fans berdasarkan kategori tertentu (Regional, visi maupun media) yang bersatu untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan itu bermacam macam, mulai dari memajukan oshimennya memajukan idolgrup yang di dukung ataupun hanya sekedar sharing dan silaturahmi. Yang cukup disayangkan adalah karena perkumpulan ini sering kali tidak efisien dan tidak menghasilkan apa-apa. Hanya sebatas tukar menukar foto idolanya, buka lapak aksesoris sampai hanya kumpul kumpul nonton video idol. Menyenangkan? Tentu, saya sudah bertahun tahun melakukan hal ini meski belakangan saya sama sekali tidak berkumpul karena fokus UN.

Alangkah baiknya jika kegiatan sebuah fanbase menghasilkan suatu efek. Seperti misalnya berkeliling sekitar lokasi gathering untuk memungut sampah. MEngadakan bakti sosial. Apakah selama ini fanbase tidak pernah baksos? Wow jangan salah. Fanabse kami pernah turun ke jalan untuk mengumuplakn sumbangan bagi korban penindasan di Palestina. Fanbase lain pun saat ada bencana alam sering kali mengadakan baksos.

Tapi jika dibuat perbandingan jumlah kegiatan positif dengan kumpul-kumpul biasa hanya sedikit sekali presentasi dari kegiatan positifnya.

Dengan menerapkan  idol ramah lingkungan saya harap dari 4 minggu dalam sebulan fanbase yang telah terbentuk mampu melakukan gerakan hijau dua kali. Atau tepatnya 2 minggu sekali. Seminggu untuk kumpul biasa, seminggu untuk beraksi turun ke Jalan.

Hal ini bukan semata-mata membersihkan Indonesia dari sampah. Namun untuk menambah rasa memiliki dalam dada kita. Ini lho Indonesia, ini juga negara milik kita. Acap kali kita tidak sungkan membuang sampah sembarangan karena kita tidak merasa memiliki lingkunag sekitar. Dengan semakin banyak yang merasa memiliki maka semakin banyak pula orang yang tidak terima jika ada pihak tak bertanggung jawab yang buang sampah sembarangan.

Satu hal yang saya suka dari fanbase sebuah idol grup adalah solidaritasnya,S entah dari dari fandom mana rata-rata mereka sangat solid, baik di dunia maya dan dunia nyata. Dengan begitu saat KireiGreen telah memiliki jaringan fans yang kuat dengan mudah kita dapat melakukan hal-hal positif yang sensasional. Itu semua berkat solidaritas para Greeners (Green Volunteer/Green Supporter/Sebutan fans Kirei Green).

Jika fans kami tidak mampu melakukan aksi-aksi yang luar biasa minimal diri mereka pribadi sudah merubah sikapnya yang lebih peduli. hehe, gak ada yang rugi tho?


Kekuatan seorang wanita
Kenapa sih nip lu ngotot bikin idol grup berbasis lingkungan? Emang ada yang peduli? Lembaga pencinta lingkungan yang sudah jalan bertahun-tahun aja gak mampu menyelesaikan masalah ini.

Hah, ini juga alasan saya memutuskan memperjuangkan ide saya. Idol Grup tak lepas dari kesan perkumpulan wanita muda yang memiliki bakat. Perlu kita tahu bahwa wanita memiliki power of engangment yang kuat.  Wanita yang di idolakan banyak orang mampu membius dan mengubah segala hal. Tak salah jika ada istilah, sebuah negara tergantung dari wanitanya. Jika wanitanya rusak, maka negara itu juga akan rusak. Begitu pula ada istilah 'Dibalik pria sukses ada wanita hebat di belakangnya'.

Dengan membentuk idol grup ini diharapkan kaum remaja putra mampu mendukung idolaya dengan kegiatan atau hal yang positif. Semakin banyak yang cinta maka semakin kuat pengaruh KireiGreen dalam mencapai suatu hal.

Lihatlah Prambanan,  lihat Taj Mahal, itu adalah bangunan menakjubkan diluar nalar yang dibangun oleh seorang pria yang jatuh cinta kepada seoarang wanita. Terlepas itu fakta atau mitos namun hal tersebut melambangkan kekuatan seoarang pria yang jatuh cinta dapat beribu ribu kali mengalahkan pria biasa.  Bayangkan suatu saat nanti ada Super Wota KireiGreen yang mampu mencetuskan hal luar biasa demi kemajuan Indonesia. Siapa yang bangga? Kirei Green tentunya. Siapa yang mendapatkan manfaat? Seluruh Indonesia lah yang akan menikmati manfaatnya.

Di sinilah kekuatan KireiGreen mampu menyemangati para penggemar prianya. Dan dalam segi inspirasi, maka penggemar wanita pun dapat menjadikan KireiGreen sebagai inspirator. Saya harap dengan lahirnya KireiGreen semakin banyak lahir wanita-wanita hebat di negeri ini. Aamiin~


Generasi labil di Indonesia

Kali ini saya akan bahas  generasi labil di negeri ini, yang dimaksud generasi labil adalah remaja-remaja Indonesia yang sedang mencari jati diri. Coba hitung sendiri berapa jumlah remaja di Indonesia? Sangat banyak. Belum lagi kita akan mengalami bonus demografi di tahun 2030.

Televisi dan youtube mulai mempengaruhi gaya hidup remaja masa kini. Mereka adalah korban dari produk kapitalis. Kita hanya mendapat sedikit keuntungan dari hal itu. Para anak-anak sampai remaja tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk namun mereka hanya tau mana yang keren dan mana yang cupu. Sayangnya, hal yang mereka anggap keren adalah hal yang kurang bermanfaat bahkan dapat dibilang TIDAK BERMORAL, tak perlu saya bahas di sini.

Anggap saja kita sedang berperang saat ini. Bagaimana nasib bangsa Indonesia kedepannya jika remajanya direbut oleh kekerenan semu ini?

Satu-satunya cara adalah kita merebut generasi labil tersebut ke tangan kita. Sebagian dari mereka mungkin tak akan tertarik dengan hal-hal yang bermanfaat. Mereka hanya mau mengikuti tren yang keren.

Oleh karena itu di sini KireiGreen ingin menjadikan seusatu yang membosankan menjadi keren. KireiGreen AKAN MENJADI PEMULUNG TERCANTIK DI DUNIA. Ya, simpan kata-kata saya ini.

Dengan begitu keren bukan lagi saat anak SMP memegang I Phone, bukan lagi anak SD mengendarai sepeda motor terkini apalagi anak SMA yang bebas bergaul dengan lawan jenis sampai melebihi batas. Tapi dimasa yang akan datang, imej keren adalah apabila anak muda mampu mengubah daerahnya, memajukan negerinya dan bisa bermanfaat bagi orang lain. KITA SEDANG BERPERANG! Kita akan membelokkan imej keren yang selama ini salah kaprah. Tentu hal ini sangat sulit, sesulit membelokan truck fuso tanpa power steering. Tapi ini bukan hal mustahil. Saya akan memperjuangkan ini sampai kapanpun.


Minimnya Apresiasi Kepada hal Kecil

Satu hal lagi yang membuat kondisi Indonesia terlihat lesu. Yaitu minimnya apresiasi kepada hal kecil. Kerap kali kita harus menjadi juara sebuah kompetisi atau membuat maha karya yang menakjubkan untuk mendapat apresiasi sekitar. Bahkan hal sehebat itupun masih menuai cibiran dari negeri sendiri.

Sedangkan orang buang sampah sembarangan, murid yang datang sekolah selalu tepat waktu, dan hal-hal kecil lainnya kurang di apresiasi. Di sini KireiGreen ingin menyemangati dan mengapresiasi hal-hal kecil tersebut. Sehingga semakin banyak orang yang bersemangat memperbaiki diri dari hal kecil. Tentu hal ini memerlukan proses,  yah beginilah hidup. Hanya berisi sebuah proses.


Tantangan yang ada
Sampailah kepada hal yang kurang menyenangkan atau lebih tepatnya bersifat menghambat. Seluruh cita-cita pasti memiliki tantangan,  terlebih cita-cita besar seperti yang saya buat. Namun semua itu pasti sebanding dengan hasil yang akan kita dapatkan jika proyek ini berhasil.

Saat saya merumuskan konsep ini saya baru berumur 15 tahun, dan saat artikel ini ditulis umur penulis baru menginjak 17 tahun. Begitu muda untuk urusan rumit seperti ini. Namun penulis berusaha skuat mungkin mempelajari banyak hal dan memperluas jaringan diberbagai bidang. Mulai dari aktivis lingkungan sampai manajemen sebuah hiburan.

Tidak mungkin seorang berumur 17 tahun menempati posisi supervisi apalagi sampai produser atau direktur. Ini mungkin cita-cita saya, namun bukan berarti saya harus memiliki jabatan tinggi. Saya hanya ingin visi misi ini tercapai.

Saat ini saya ingin mencari orang yang sanggup menjalankan ide saya. Dan saya hanya sebagai pekerja kasar pun tak mengapa.
Dulu Pakde Jokowi minta saran buat menuntaskan masalah sampah yangs ering dibuang sembarangan, tapi saya sarankan ide gila ini kepada kantor staf presien sama sekali gak digubris. Amat wajar sekali yah :) .



Lalu saya menjalin hubungan dengan pengusaha sampah berusia paruh baya. Namun saya kurang sreg karena umur yang terpaut jauh. Sampai akhirnya saya kenal Ratu Sampah, Wilda Yanti. Beliau adalah pengusaha pertama yang memberikan feedback positif terhadap ide saya. Bahkan jika ada kesempatan berdiskusi beliau mengijinkan saya untuk bertukar pikiran dengannya. Semoga saja kami menjadi jodoh perjalanan dan perjuangan.

Tanggal 6 Agustus akan diadakan acara bertema wirausaha dan pemecahan masalah bangsa yang didukung oleh Kementrian Indusri dan Ekonomi Jepang. Saya tidak tahu mendapat undangan atau tidak. Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ide saya.

Saya sangat butuh investor, tapi saya lebih butuh mentor  dan tentu untuk saat ini seorang fasilitator sudah cukup bagi saya.
Saya hanya anak kecil kemarin sore. Yang memiliki mimpi jauh ke depan.

Saya tak yakin akan ada yang mau mendengar saya apalagi sampai tergugah hatinya untuk membantu saya.
Tapi sedikit demi sedikit saya akan dan harus memantaskan diri.



Demi negeri...

Perjalanan masih panjang...





*(sewaktu waktu artikel ini dapat disunting demi penyempurnaan)
Read More

Kamis, 04 Agustus 2016

Pengalaman Tes Tulis Beasiswa Monbukagakusho (MEXT) 2017


Jumpa lagi dengan saya, pejuang Monbukagakusho 2017. Bagiamana kabar kalians semua? Semoga baik-baik aja ya. hehe

Kali ini saya mau bahas pengalaman seputar beasiswa monbu lagi. ngomong-ngomong pengumuman hasil tes tulis masih besok lho. Jadi jangan terlalu harap kalian akan mendapat kunci sukses menghadapi ujian tulis.

Postingan ini bertujuan untuk ajang sharing saja, bahkan saya pribadi tidak terlalu yakin bisa lolos tahap ini. Lagi-lagi, saya posting tulisan ini sebelum saya gagal. Karena kalau saya gagal, gak mungkin sempet menulis kegagaan saya sampai panjang lebar. huehehe xD



Saya sendiri melaksanakan tes pada hari Selasa tanggal 19 Juli yang lalu di Kedutaan BEsar Jepang JAkarta. Dua hari sebelum berangkat tes saya telah mempersiapkan alat tempur berupa papan ujian dan juga peralatan tulis. Sehari sebelum tes saya pun sulit sekali tidur nyenyak.

Tak terbayang besok saya akan bertempur dengan orang-orang yang jauh lebih pintar dari saya. YA, saya yakin itu. Mengingat mungkin saya adalah nilai UN paling kecil di angkatan seleksi kali ini.


HARI H

Pada hari pelaksanaan, saya bangun jam setengah 4 dan bersiap secepat mungkin. Sambil menunggu ayah pulang kerja dan adzan subuh saya baca-baca kembali buku Matematika dan video zenius. Saya yakin sampai di sana tidak mungkin belajar lagi.

TEpat jam 5 pagi lebih 5 menit saya berangkat ke pintu tol cikarang diantar oleh ayah saya. MAsih pagi sekali, dan kami menunggu bis jurusan Blok M. FYI: Jam 5 adalah keberangkatan pertama bis mayasari blok M

Hanya menunggu 3 menit, bis langsung datang dan saya pun bergegas menaiki bis yang sesak dengan para pekerja yang ingin berangkat.
Di dalam bis saya pun membaca buku  kembali namun semakin banyak penumpang samakin tak nyaman. Dan saya putuskan hanya memandangi ke arah luar Jendela. Sesekali, lantunan pengamen jalanan menemani perjalanan yang dingin ini. Ingin mengajak ngobrol orang-orang di bis namun mereka sibuk dengan gadget masing-masing. T_T

Ada yang buka situs berita, main POkemon GO dan banyak sekali yang telinganya tertutup benda berkabel itu. Tak terasa saya sudah sampai komdak bawah. Saya yang sudah kebelet buang air kecil stadium 4 memutuskan turun di depan f(x) Senayan untuk buang air kecil dahulu.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih 40 menit. Saya pun berlari menuju f(X) mengingat pendaftaran ditutup pukul 8:30 WIB. Saya harus naik ke lantai empat dengan eskalator yang mati. Sudah sampai lantai 4 ternyata toilet masih terkunci. Yahsudah saya cari-cari ke lantai lainnya. GIlak, mau pipis aja segini perjuangannya.



Tak terasa sudah pukuk 7 lebih 55 menit. Sayapun berlari ke halte senayan dan LANGSUNG NAIK BIS YANG DATENG. Sampai pertengahan perjalanan baru ngeh, "Lho kok bisnya balik lagi ke semanggi?", "Tidaaaaak, gue salah naik bis!!" Akhirnya turun di semanggi dan gilaak. Saya bingung mau lewat rute mana. Saya bertanya kepada belasan orang yang lewat namun seluruhnya melangkah 'amat sangat cepat!!!'. Gilak yah orang-orang di sini. Ini salah saya yang ceroboh karena terburu-buru. Kalian tahu halte semanggi segimana gede dan puanjangnya? Saya ingin menanya petugas halte pun harus jalan jauh. kalo salah ya harus nyebrang lagi. Akhirnya saya putuskan menuju jalur yang saya yakini saja, belasan menit saya terbuang sia-sia.

Sampai pintu halte menunggu bis jurusan kota pun sangat lama. Akhirnya saya naik jurusan HI karena seinget saya terakhir ke Kedubes Jepang kantornya berada di dekat HI. Akhirnya saya masuk dengan yakinnya. Sekarang pukul 8 lebih 15 menit. Saya punya waktu 15 menit lagi supaya tidak telat (padahal sekarang hitungannya sudah sangat telat).
Sampai halte Plaza Indonesia ternyata jarak kedubes sangat jauh... Jika  jalan kaki dan mepet waktu. Seinget saya dulu gak sejauh ini, haha. Maklum terakhir kesana tahun 2012.

Saya berlalri sekuat tenaga seperti yang di film-film itu lho.. huhu.. Terlihat dramastis sekali bukan? PAdahal kalo liat langsung kayak orang gila atau anak ilang yang dikejar satpol PP.
Sampai Kedutaan Besar Jepang basah kuyup dan melihat jam pukuk 8 lebih 40 menit. "MATILAH AKU" batinku. Sampai gerbang KEdubes pun ditahan oleh mbak-mbak JASSO. Beliau menanyakan nomer ujian saya. saya hanya jawab angkanya. BUkan kode lengkap, mbak-mbaknya kesel karena saya gak nyambung terus. Maklum saya habis sprint dan mikir sambil ngos-ngosan. hiks

Akhirnya saya dikawal masuk oleh satpan Kedubes  dan di dalem masih nyasar ke kantor Visa, *tepok jidat*. Diarahkan lagi oleh staf sana suruh naik ke lantai dua. Fyuh... Pukul 8:45 sampai di depan ruangan ujian. Langsung di absen oleh mbak-mbak JASSO yang mukanya tak asing lagi (pernah bertemu di pameran). Begitu membuka pintu ruangan....... JENGGGGGJENGGG..

Sudah pada siap tempur dan duduk rapih.. Yasalam rumah cuma Bekasi kenapa saya yang paling telat. Itupun saya masih nyari-nyari meja kayak orang gila sampe depan ruangan. Ternyata meja saya di paling belakang *tepok jidat lagi*.

Bener-bener malu kuadrat saya... Saya duduk dengan cewek chinese di sebalah kanan saya dengan nomer GJ02420 dan di kiri saya ada wanita berhijab dengan nomer GJ02367

Kebanyakan yang tes adalah orang-orang dengan penampilan bersih, putih dan berkacamata. Saya?  haha. Jangan tanyakan hal tersebut. Celana digulung, dekil dan yah gitulah...

Saya langsung mendapat arahan susulan dari mas-mas Kedubes/JASSO. suruh mematikan HP. Karena grogi HP gak saya matikan tapi saya cabut batrenya dan batrenya saya simpen x_x .

Ujian dimulai!!! SKIP!!!


Ternyata benar soal ujiannya gak jauh beda dengan tahun lalu. Saya bisa mengerjakan beberapa soal di MAtematika, karena sempat belajar juga dari materi Zenius yang dikasihsahabat saya, Christian Jeremia. Sisanya saya kurang faham karena memang butuh pemahaman yang mendalam.


Setelah tes matematika lanjut tes FISIKA! Saya gak tau harus bilang apa untuk mata pelajaran ini.  Di SMK saya hanya belajar cara membetulkan komputer dan manjat tower jaringan serta instalasi jaringan. Saya tidak pernah melihat soal seperti ini sebelumnya :> . Tapi degan memeras otak saya bisa memahami beberapa pertanyaan. Tidak saya jawab pakai rumus, tapi saya jawab dengan pembuktian fisik. namanya juga fisika. Saya hanya faham teorinya. Untuk rumus blum belajar ><'

Finally! Bahasa Inggris...

My English is very Goodest.. Yes, good gooder goodest.  I hope you know what I mean. haha ya inggris saya buruk sekali. Di form apliaksi pun saya mengatakan 'POOR' dan 'POOR'. Soalnya mirip tes toeic, saya bisa mengerjakannya :D ...... s e b a g i a n .. wkwk

Setelah itu saya dan rekan-rekan perjuangan keluar ruangan deh. Sebelumnya buar air kecil dulu.. Gilak yah.. Saya cuma mau memuji toilet di kedubes, saya belum pernah melihat toilet seperti ini. keren deh pokoknya. Oke gak penting.
Di luar gedung saya berkenalan dengan beberapa orang. Karena saya datang terlambat maka tak sempat mendapat kenalan di awal acara. Tak hanya peserta yang saya ajak kenalan. Satpan kedubes, orang tua peserta pun jadi. haha

Saya salut dengan mereka semua, perjuangan mereka. Saya harap ada dari kenalan saya yang berangkat ke Jepang tahun depan. Setidaknya saya bisa menitipkan impian saya ke mereka.

Sampai tahap ini saya sudah sangat bahagia. Duduk dengan cewek cina, sangat sesuai dengan mimpi di tidur saya beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian.

Ditambah saya duduk di kursi di dalam Kedutaan Besar Jepang. Itu juga adalah impian saya sejak 2012. Terima kasih kepada pihak Embassy of Japan telah memberikan kesempatan saya mengikuti tes tulis. Padahal saya tahu, banyak yang nilai Ijazahnya jauh lebih besar dari saya namun tak diberikan kesempatan ini. Dan saya merasa bersalah karena tidak bisa maksimal belajar materi yang diujikan.

Semoga saya, kami dan kita semua diberikan jalan perjuangan yang baik.

Perjuangan masih panjang......
Read More

Selasa, 12 Juli 2016

Monbukagakusho 17 Warrior Wanna Be

Humbaya... Bertemu lagi dengan saya lagi. Mohon maaf jarang update perjalanan karena sibuk di lain blog dan sepertinya blog pribadi ini lebih banyak post draft dibanding post yang published. (x_x)

Untuk yang belum kenal, perkenalkan kembali saya Hanif dari sebuah SMKN di kota kecil Cikarang Selatan. Di sini saya akan menceritakan perjalanan saya mendaftar beasiswa MEXT/Monbukagakusho 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Jepang.

Jangan harap kalian akan mendapat wejangan untuk menang atau tips maha dahsyat untuk mengantarkan kalian ke Jepang. Karena di sini saya akan menceritakan sebuah penyesalan akan persiapan tes yang seharusnya jangan terjadi kembali kepada kalian. Terutama adik-adikku dari SMK ya. ;)

Saya pikir mungkin artikel ini sekarang tidak berguna sama sekali. Namun ditahun selanjutnya semoga artikel ini bermanfaat bagi para 'PEJUANG' yang juga mendafar program ini.


AWAL DAFTAR MONBUKAGAKUSHO (Selanjutnya disebut Monbusho)

Monbusho adalah beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Jepang kepada warga non-Jepang untuk membantu kegiatan pendidikan kita. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah dan biaya hidup di Jepang. Jujur saja saya kenal beasiswa ini sejak SMP, karea ayah saya pernah magang juga di sana jadi sering cerita-cerita tentang Jepang. Sampai satu titik daya diperkenalkanlah dengan Do'i(red:Monbusho). Saya ambil start sejak masuk SMK, saya berusaha mendapat nilai yang stabil dan berharap nilaiku dapat bertahan diatas 8,4.

Tak terasa ternyata saya sudah lulus SMK bulan Mei 2016 ini. Dengan hasil yang memuaskan tapi pas-pasan. Saya gagal mengikuti SNMPTN karena tidak mengikuti saran guru saya untuk memperbaiki nilai. Saya hanya merasa memeperbaiki/mengubah nilai yang telah kita dapat (secara masing-masing) adalah keabu-abuan. Gak hitam dan gak putih. Tentu itu bukan hal yang salah namun saya ingin memulai semuanya dengan sebaik mungkin dan sebersih mungkin. Walau saya pun ndak tahu Tuhan mau menggiring saya kemana.

SNMPTN berlalu, saya pun tidak daftar SBMPTN karena saya sadar kemampuan akademis saya amat sangat kurang untuk melawati passing grade SBM. Walau di SMK oke tapi sangat kaget rasanya bercengkrama dengan materi anak MIPA. Hal lain yang sebenarnya terjadi adalah saat ingin mendaftar SBM saya sedang menjalani Medical Check Up dari PT. DENSO Indonesia, btw saya juga daftar KOUSEN di sana. Dan saya kurang beruntung karena setelah tes tulis lulus ternyata tinggi saya kurang :( .

Akhirnya saya dijanjikan menjadi karyawan regular di perusahaan tersebut. Naamuuuun. Setelah umur saya 18 tahun. Dan itu kapan? Akhir tahun. wkwk

Saya hanya memandangi timeline facebook. Teman-temanku sedang BERJUANG di jalannnya masing-masing. Kurang kerjaan saya hanya memandang Surat Keterangan Lulus beserta nilai UN saya. "Nilai pas-pasan seperti ini apakah bisa lolos seleksi berkas? ", batinku.

Tanpa panjang kali lebar kali tinggi akhirnya saya fotocopy surat2 tersebut. Lalu seperti biasa, saya langsung mengayuh sepeda dengan kecepatan penuh menju sekolah untuk legalisir.

Dengan bismillah perjuangan baru dimulai saat ini. Satu persatu formulir saya download dari website kedubes Jepang. Akhirnya saya mantapkan diri untuk mendaftar monbusho dan mendapat nomer peserta cantik, yaitu 2000, hehe (gak penting :3).

Yosh! Kita isi ini itu Kolom Aplikasinya. Dengan Bahasa Inggris tentunya. Saya mengisi apa adanya karena saya juga gak ada apa apanya (LOL).

Sudah PEDE, akhirnya saya melesat lagi dengan sepeda tercinta menuju JNE, Tumben sekali muka mbak2 JNEnya jutek. Apa saya lupa ucap salam pas masuk:3, untung saja ini jasa kirim paket bukan jasa kirim santet, parno saya:v. Pengen ambil paket kilat khusus istimewa. eh bawa uwitnya kurang T_T , Paket termurah jadi andalan saya, berdoa saja karena tenggat waktu masih 8 hari lagi. ^_^

Akhirnya berkas saya dikirim pada tanggal 1 Juni 2016, tepat pada hari kelahiran Pancasila, hoho.
Semoga berkas ini mampu mengubah hidup saya.

Tanggal 5 Juni saya iseng mengecek kembali Application Form yang masih berada di Ms. Word, lalu........
"ASTAGHFIRULLAH",,,
"Kenapa mas?" tanya emak saya.
"Anu mak, lupa tanda tangan di kertas kemarin" Sahutku dari depan komputer.
'Terus gimana?"
"Aku mau kewarnet lagi ngeprint sekalian ganti foto yang bagusan"

Gilak ceroboh banget, karena satu goresan saya hampir tidak lolos seleksi berkas. Terlebih saya salah menyertakan nilai yang tadinya "X,2" menjadi "X,02".Andaikan saya tidak iseng apa saya akan ngeh? huhuhuhu (T_T), Thanks Ya Allah~


Akhirnya saya daftar menggunakan email baru dan mendapat nomer cantik lagi, print lembar aplikasi dan menyertakan nilai UN saya. Waktu sudah larut, saya urungnkan niat saya ke JNE dan ditunda besok.

JENGJENGJENG!!! Apa yang saya lakukan sebelum pergi ke Kantor POS? Saya sholat dzuhur terlebih dahulu. Dan berkas saya, saya selipkan dibawah sajadah tempat saya sujud. Gila kah? Entah. haha

Apa maksudnya perlakuan lebay ini? Saya sadar, nilai UN saya amat sangat mepet. Saya berpikir pasti staff kedubes mengira saya gak niat belajar semasa sekolah. Untuk itu saya hanya menunjukkan niat saya kepada Sang Maha Verkehendak. Hanya Dia sekarang yang dapat membantu perjalanan berkas saya.

Sip, akhirnya saya mengirim berkas menggunakan jasa Pos Indonesia.
"Wah daftar beasiswa ya dek?" Celetuk petugas Pos pada saya.
"Iyo pak, doain aja haha"
"Kapan berangkatnya nih" *Gilak, lolos berkas aja belum, haha*
"Tahun depan pak, ya kalo lolos" Balasku
"Hoooooooo"
"Kalo saya lolos, nanti tak kirim oleh2 buat bapak yo" janjiku nyeletuk tapi serius, haha

Berkas terkirim tanggal 6 Juni tepat ultah Bapak Presiden pertama kita, Pakde Ir. Soekarno, ditambah H-3 penutupan berkas gelombang II. Saya harap-harap cemas.


HARI PENGUMUMAN

Jengjeng! Saya sudah hampir melupakan seleksi ini, jadinya saya gak belajar serius. Dan sibuk bikin website sana sini, belajar blogging juga. Siapa sangka dokumen saya diberi keberuntungan oleh-Nya.


Dua hari saya gak bisa tidur, antara seneng dan bingung harus belajar apa? Karena saya sadar betul yang diujikan materi SMA MIPA.Setelah menengok pelajaran SMK saya yang belum-belum ternyata sama sekali pelajaran yang nyangkut selain Matriks dan vektor. Sebetulnya ada pelajarannya di SMK namun kita hanya perkenalan dengan materi tersebut. Bukan mendalami.

Rasa optimis, pesimis dan realistis beraduk jadi satu. Saya hanya bisa mengerjakan 'sedikit sekali' soal-soal Monbusho sebelumnya. Akhirnya saya langsung gowes dengan kecepatan kilat (lebayyy) ke rumah teman saya. Hasilnya cukup memuaskan, saya mendapat materi SMA yang cukup lengkap. Ditambah saya dihibahkan voucher Zenius.NET untuk kursus online, thx bro Christian Jeremia mau bantu Perjuangan kawan jomblomu ini.

Tak pakai lama, saya langsung mengidentifikasi soal-soal monbu sebelumnya. Kata anak SMA soal2 tahun sebelumnya gak jauh beda. Namun bagi orang awam seperti saya soal-soal itu berbeda.
Saya bingung belajar materi yang tahun berapa... Saya bingung dan memutuskan, FOKUS BELAJAR materi SMA dan sedikit-sedikit Math A Level.

Tugas saya di sini hanya belajar, seterusnya saya berharap kepada Tuhan agar saya dikuatkan. Toh setelah tidak lolos saya juga memang harus belajar lagi materi-materi yang tidak sempat saya gali di SMK.

Saya hanya belajar semampunya, dan pengertian semampunya adalah ketika Tuhan sendiri yang menghentikan usahamu. Entah kamu muntah-muntah atau malah sakit maag karena kelamaan belajar. Itulah pengertian semampunya.

Mengkompres pelajaran yang dahsyat hanya dalam 2 Minggu itu semi mustahil. Untuk teman-teman yang ingin mendaftar beasiswa ini diharapkan belajar SAAT INI JUGA, saat MEMBACA TULISAN INI. Jika ingin lolos dikemudian hari.

Saya menulis postingan ini H-7 tes tulis di Kedutaan Besar Jepang. Saya melupakan sejenak contoh soal tahun sebelumnya. Saya mengubah fokus dari yang ingin menguasai soal Monbu menjadi orang yang menguasai ilmu. Gak tau kalau yang saya pelajari tidak keluar sama sekali di ujian besok. Siapa yang tahu? ;)  Saya hanya mengandalkan keberuntungan saja, apa itu keberntungan? Yaitu kesiapan yang bertemu dengan kesempatan.

Sampai pada akhirnya saya mendapat informasi yang ujung sumbernya adalah orang JASSO. Bahwa setiap tahun yang menerima beasiswa ini rata-rata sekolah internasional dan SMA 'ternama' di Jakarta.
Jleng! ! ! Jantung saya seperti mengecil rasanya. Bagaimana bisa nilai ngepas ini bisa lolos, dan saya tanya teman yang nilainya lumayan jauh lebih tinggi dari saya tidak  masuk tahap ini.
Apakah saya akan menjadi makhluk terbodoh disana? Apa selama ini Tuhan hanya ingin mempermalukanku? Kenapa saya harus diloloskan tahap ini? Kenapa Kenapa Kenapa?
Tentu Tuhan tak akan seperti itu kepada makhluknya. Dia hanya ingin melihat kita berjuang sampai mana.
Tentu saja aku tak akan menyia-nyiakan perjuangan 3 tahun belajar untuk 3 jam di atas kursi panas ini.
Dengan informasi di atas saya menjadi terpacu belajarnya dan menurunkan ekspetasi saya. Jaga-jaga jikalau Tuhan memberi jawaban lain ditanggal 1 Agustus besok.


Tugas saya hanya sampai di sini. Hanya sekedar memantaskan diri tanpa bisa memaksakan segala sesuatu.

Kesalahan terbesar saya adalah tidak belajar materi SMA semenjak satu atau dua tahun lalu. Untuk itu saya ingatkan bagi yang mau daftar segeralah belajar. Entah apapun keinginan atau cita-cita kaliah. Belajar serius gak akan rugi.

Terutama auntuk anak SMK, belajar serius tidaklah cukup. Satu-satunya kunci adalah BELAJAR LEBIH! Lebih dari yang lain. Saya hanya berharap tahun-tahun mendatang anak SMK banyak yang bisa lolos Monbusho sampai tahap final.

INTISARI


[+] Mulai persiapan dan memantaskan diri sedari sekarang!
[+] Berusaha sekuat mungkind an serahkan kepada Tuhan sisanya.
[+] Untuk anak SMA belajar yang bener untuk anak SMK pelajari materi SMA.


PENUTUPAN

Mungkin banyak juga yang bertanya-tanya. Kenapa belum tes tulis sudah pesimis dan menulis ini itu di blog, pesimis kah? Jawabannya simpel, saya optimis yang dibumbui realistis. Kita memang harus siap mengahadapi keberuntungan dan ketidak beruntungan. Sialnya mungkin kalau saya 'tidak beruntung' maka saya tidak akan menulis  postingan sebanyak ini. Pasti sudah 'loyo' duluan.

Ini hanyalah sebuah catatan perjalanan. Perjalanan dan perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik.
Banyak jalan menuju Akihabara #esalah, Banyak jalan menuju Roma.

Dan terakhir, Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Pasrahkan kepada Yang Maha Mengetahui!

Sampai tahap ini pun, saya merasa sangat beruntung. Salam dari pejuang Monbu 2017 Wanna Be!! ~




'Perjuangan masih panjang.....'
Read More

Jumat, 05 Februari 2016

Sekali Bertanya, Sejuta Ilmu Kuterima



Kisah ini adalah mini chapter dari Filed Report Kaskus The Lounge yang diadakan pada tanggal 29 April 2015. Sengaja saya buat cerita tersendiri karena cukup banyak juga bahasan yang akan saya tulis. Hehe

Mari kita flashback ke hari rabu minggu terakhir di bulan April 2015. 5 hari sebelumnya saya mengisi data yang telah disediakan oleh KASKUS untuk mengikuti acara kopdar antar Kaskuser. 

Tibalah hari dimana acara tersebut berlangsung. Namun saya tidak berangkat begitu saja. Mengingat hari itu adalah hari sekolah dan esoknya pun bukan hari libur. Sempat ragu untuk pergi namun akhirnya saat semedi di wc saya mendapat panggilan alam untuk menghadiri acara tersebut.

Setelah mendapat wangsit yang entah darimana asalnya, sepulang sekolah saya langsung bergegas menyiapkan barang bawaan dan memulai petualangan ini.

Oh ya, saya adalah pelajar kelas 2 SMK (saat itu). Saya tinggal di daerah Cikarang, Bekasi. Untuk ke kantor KASKUS yang berada di Kuningan Jakarta saya menempuh perjalanan sekitar 2 jam bonus macet. hehe

Terbayang sudah anak 16 tahun pulang sekolah lalu ngebolang ke kota orang. Antara kayak anak ilang atau manusia kurang kasih sayang. *eh

Acara dilaksanakan Ba'da Magrib, namun berhubung orang jauh, setelah ashar saya langsung meluncur. Seperti biasa, dari dekat rumah naik Angkot ke pintu Tol Cikarang dan dilanjut AC121 jurusan Blok M, turun komdak atas dan lanjut lagi dengan Metromini S99 jurusan kuningan.

Setelah sampai di kantor KASKUS tentu saya berbincang-bincang dengan setiap orang yang saya temui sebelum acara dimulai. Saya bertanya-tanya kepada kaskuser yang baru saya lihat mukanya. Akhirnya dapet banyak kenalan deh. hehe

Dari anak yang seumuran, sarjana sastra inggris, sampai emak-emak saya ajak ngobrol. Bahkan Office Boy-nya KASKUS saya ajak ngobrol, ini berakibat fatal karena saya langsung disuguhkan minuman dingin.. Fatal banget kan? haha, coba saya gak nyapa dan nanya-nanya. Gak bakal dapet rejeki nomplok kayak gini :D

Acara berjalan dengan lancar. Dan tentunya banyak cerita yang bisa dibagikan. Silahkan baca FAILED REPORT saya di KASKUS untuk lebih lengkapnya. Silahkan tulis id kaskus kalian di komentar agar kita saling kenal hehe. Karena post ini tidak difokuskan untuk Acara tersebut *PLAK*.



Acara selesai sekitar pukul 10 malam. Kurang gila apa anak sekolahan yang besok sekolah malah pergi jauh-jauh sampe malem gini. Yang penting sudah direstui emak kan? hehe....

Saat itu kami bertukar kontak satu sama lain dengan beberapa kaskuser. Dan ada satu kaskuser asal Bekasi juga (namun berbeda arah) yang saya mintai nomernya. Bukan untuk pertemanan semata. Tapi saya bilang kepada dia kalo saya gak dapet mobil saya kontak dia buat panggilan darurat. haha

Setelah turun dari metromini, inilah saat hidupku dipertaruhkan (lebay akh ) . Ya, pertama adalah Bus terakhir menuju Cikarang jam operasional normalnya pukul 11 malam. Kedua, sekarang sudah pukul 22:45, jika bisa yang terakhir sudah lewat habislah sudah. Dan yang terakhir besok adalah hari sekolah. Jika libur mungkin saya bisa tidur di pinggir jalan tapi ini adalah weekday.

Saya bertambah panik ketika jam menunjukkan pukul 23:05 namun bis ke arah Cikarag belum juga lewat. Saat itu perasaan saya campur aduk namun tetap cool. Soalnya disana masih ada beberapa orang pulang kerja.

Sekedar informasi, saya menunggu bis di halte kecil di sebrang gedung POLRI di dekat plaza Semanggi. 

Disitulah anak bawah umur hanya bersandar di dinding sebelah halte dengan bingungnya ditengah kota besar yang keras (lebay banget kayak FTV). Tapi memang benar, saat itu saya benar-benar bingung walau tidak panik. Karena saya sudah biasa pulang malam dari kota orang sendirian meski tak semalam ini dengan kendaraan umum.

Sebagai orang kepo sejagad  saya bolak balik dan muter-muter badan ditempat menikmati indahnya Jakarta dimalam hari (Indah pala mu nip). 

Orang-orang yang pulang kerja terlihat sangat lelah dan mukanya jutek semua, sebagai orang yang hobi ngobrol tentu mereka gak curhatable banget. Atau mungkin tepatnya saya terlalu takut menganggu mereka yang sedang istirahat. hehe

Hingga suatu saat,  saya melihat sesosok yang paling tua diantara orang lainnya. Namun beliau terlihat tenang dan tidak sejutek yang lain. Saya perkirakan umur bapak ini berkisar 55-60 tahunan.

Tanpa panjang lebar sedikit demi sedikit posisi saya bergeser mendekati bapak tua itu. hihi, kalo langsung disamperin takut dikira rampok.
 .

"PULANG KEMANA PAK?" Tiba-tiba kalimat itu nyeletuk lewat bibirku.
"Oukh saya?" Bapak itu bertanya balik untuk memastikan jika saya berbicara kepada dia.
"Iya pak!" Jawabku singkat
"Owh kalau saya pulangnya ke Cikarang" Beliau berbicara mirip gaya mbah B.J Habibie.
"Wah sama berarti pak sama saya. Saya juga cikarang. hehe.." *nyengir gila*

Batin saya saat itu "Iyesss Iyessss... Alhamdulillah dapet temen sepenanggungan nungguin bis ke arah Cikarang. Kalaupun saya harus terdampar setidaknya ada  orang yang menemani, heuheu.

Karena saya bertanya satu kalimat tadi kami jadi ngobrol buanyak dengan bapak ini. Wawasannya sangat luas dan dia tidak merendahkan saya. Yah walau gak bisa diajak bercanda ektrim berhubung beliau jauh lebih tua dan sangat bijak seperti orang tua kebanyakan.

Sembari menunggu bis kami berbincang tentang berbagai hal.

Perbincangan di Halte

S = Saya
B = Bapak

S: "Bapak dari mana pak? Bawaannya lumayan berat kayaknya...."
B: "Oh saya dari sana" *nunjuk sebrang kanan dikit agak maju, yaah gitu lakh :3*

S: *ngangguk-ngangguk sajalah, hehe *
B: "Adik sediri dari mana? Malem banget dek.."

S: "Oh saya dari sana pak. Kantor KASKUS ada kopdar sama event berbau teknologi gitu."
B: "Ohhh gitu ya..." *masih ngomong ala Pak Habibie*

S: "Bapak pulang kerja apa gimana ini pak?"
B: "Oh iya...iya.. Saya pulang kerja."

S: "Owh ya ya ya.. bapak kerja apa pak?"
B: "Yaaah apa saja yang bisa saya kerjakan" *aduh ini bapak wkwkwk*

S: "Hmm... ya ya ya' *padahal masih belum puas dengan jawabannya :x *
B: ''Adiknya masih sekolah?"

S: "Adik saya pak? Masih SD kok pak..."
B: "Enggak maksudnya adik" *nunjuk saya*

S: "Hooowalaaah. Iya pak saya kelas 2 SMK.. hehe" *jadi adik=hanif :D , i know*
B: "Oh yaaaa..? Adiknya udah ijin orang tua main jauh?" *muka datar tanpa curiga*

S: "Iya pak... udah kok pak.. Tadi saya pulang sekolah pulang pamit orang tua dulu..."
B: "Yaaaaaa. *banyak banget ya nya  *"

S: "Besok saya juga masih sekolah ini pak  ...."
B: "Oh iyaa besok kamis yaaa...."

S: "Bapak sering pulang malem?"
B: "Oh yea saya sering pulang malam..."

S: "Bis ke Cikarang paling malem jam berapa ya pak?"
B: "Biasanya sih jam 11.. Kita lagi nunggu bis yang ke LIPPO Cikarang."

S: "Oh iya iya pak... Masih 20rb kan ya pak?"
B: "Ya masih 20k....."

S: "Kalo kita gak dapet bis lagi gimana nih pak?" *intinya daritadi pengen nanya ini haha*
B: "Oh kita berarti ambil bis jurusan bekasi kota nanti kita nyambung aja elf yang 24 jam."

S: *Fyuuuh* "Oke ya ya pak....."  Akhirnya bisa sedikit tenang dan cek dompet masih ada duit hihi.
B: "Tapi kita tunggu aja dulu di sini. Siapa tau masih ada. Kalo gak ada kita bareng2 aja..."

S: "Oke pak...." Baik banget bapaknya .. hweeeee
B: "Udah sering ke jakarta?"

S: "Lumayan pak... dulu sering tapi akhir-akhir ini jarang kok paling kalo ada keperluan."
B: "Hmm.. yhaaaaaaa"

S: "Bapak sendiri tiap hari mbolak mbalik Jakarta - Cikarang?"
B: "Oooh ndaak.. Saya mah tergantung kerjaan *hmm.. kayaknya beliau Freelancer*

S: "Bapak freelancer? ''
B: "Yaaa bisa juga disebut seperti itu."

S: "Oh jadi pindah-pindah gitu pak?"
B: "Yaaaaaa......... Adiknya setelah lulus mau kemana?"

S: "Walah saya bingung pak. Disuruh kuliah sama keluarga besar tapi nyambi kerja juga bisa pak."
B: "Menurut saya belajar yang tinggi dulu..."

S: "Wah kenapa tuh pak? tanyaku heran."
B: "Kalau kita belajar giat kita lebih dihargai orang. Saya punya saudara, dia biasa-biasa aja tapi dia belajar terus. Sekarang dia jadi gini *ngacungin jempol* . Anak saya juga saya suruh kuliah. Tadinya saya pengen dia kayak saya. Tapi dia lebih milih jurusannya sendiri. Kalau lulus nanti dia bikin-bikin kapal."

S: "hwooo... yah yah yah... bener pak.. Belajar emang wajib."
B: "Kita jadi manusia cuma bisa belajar. Nasib hidup itu urusan Yang Maha Kuasa. Kayak bapak ini, saya udah tua tapi ya Alhamdulillah..."

S: "Alhamdulillah gimana pak?"
B: "Ya Alhamdulillah masih dipanggil sana sini. Walaupun cuma kerja begini. hehe"

-----
Sebenernya masih bingung ini bapak kerjaannya apaan. Tapi saya yakin dia tenaga profesional. Buktinya di usia yang tidak muda lagi beliau masih kerja sana sini. Anaknya sudah kuliah pula. Wah wah, tapi tak lama kemudian BIS SHUTTLE jurusan cikarang DATANG JUGA!!!

Baru kali ini saya melihat bis sampe ngelus-ngelus dada dan sangat bahagia. "Emaaaaak aku baliiik" batinku. Tenang sudah hidupku malam itu, bapak itu pun langsung mengajakku masuk kedalam bis Cikarang ' terakhir' malam itu.

Berhubung bis ini adalah penghabisan, penumpang di dalamnya sangat sepi. Hanya ada karyawan Tr*ns TV dan beberapa orang yang sedari tadi sudah di dalam bis. Walaupun sangat banyak kursi yang kosong, kami memutuskan untuk duduk bersama kembali untuk melanjutkan percakapan.

Percakapan di Bis

B: "Oh ya adik namanya siapa?"
S: "Saya hanip pak .. Bapak sendiri pak?"

B: "Hoo saya Bayu. *salaman*
S: Oh ..ya ya.. *manggut manggut*

B: Punya saudara atau adik?
S: Iya pak ada, saya dua bersaudara, adik saya sekarang 3 SD.

S: Bapak sendiri anaknya berapa?
B: Saya sendiri ada dua. Laki laki semua. Sekarang Alhamdulillah belajar semua.

S: *hmm maksudnya kuliah kali yak* kuliah gitu pak?
B: Ya bisa dibilang begitu. Tapi saya cuma ngasih sedikit-sedikit buat mereka kuliah.

S: Anak bapak pada kuliah dimana pak?
B: Yang satu deket kok di Pres*den University yang paling gede sedang kuliah S2 di sebrang.

S: "Di sebrang..?? O.o
B: "Yaaaah gitu deh"

Sepertinya maksud dia di luar negeri. Beginilah yang namanya prinsip padi, semakin berisi semakin merunduk. Saya pun tahu anak yang paling besar kuliah S2 di luar. hehe... Saya belajar banyak dari beliau karena sifat merendahnya ini.

S: "Saya ini anak SMK pak, bingung lulus mau kuliah apa kerja. Lagian saya gak sepinter anak SMA."
B: "Sebetulnya manusia itu sama saja. Cuma bakat dan seberapa keras dia mau belajar. Anak SMK gak kalah kok, saya di pembangunan banyak rekan-rekan yang baik juga."

B: "Adiknya STM ya? Jurusan apa itu?"
S: "Saya jurusan komputer sama jaringan pak."

B: "Oh teknologi gitu ya?"
S: "Iya pak.. Tapi ya sedikit-sedikit saya juga belajar bikin-bikin website gitu."

B: "Hmm.. yaaaaa.. Semua kerjaan itu kalau difokuskan pasti berhasil. Yang penting terus belajar. Nanti pas tua kita bakal tau yang kita pelajarain dulu bakal membantu."
S: "iya pak."

S: "Jakarta macet banget ya pak tengah malem juga" ._.a *lirik luar kaca bis*
B: "Oh iya, Jakarta pesat sekali. Saya sudah dari dulu lewat sini lho"

S: "Oh ya pak? Tahun berapa pak? Ngapain aja? Kayak gimana pak keadaannya?" *nanya kebablasan,, ehehe*
B: "Dulu tahun 80-an saya merantau ke sini. Terus dapet isteri tetep kerja di Jakarta. Pas beli rumah di Cikarang pun tetep kerja di Jakarta. Setiap hari saya bolak balik Cikarang Jakarta naik motor. Dulu jalan-jalan masih sepi. Sekarang sudah terang di mana-mana."

S: "Ya pak.. Sekarang emang jakarta padet. Bentar lagi cikarang kayaknya juga sama pak. hehe"
B: *cuma senyum*

B: "Mumpung masih muda, belajar yang rajin. Ilmu itu gak ada yang sia-sia walaupun nanti sedikit lupa. Orang yang sukses pun bukan sebuah keajaiban dan kebetulan. Bahkan keberuntungan itu adalah kesiapan dan kesempatan yang bertemu. Kalo kita gak belajar mana mungkin bisa siap."
S: "Iya pak.. saya bakal belajar terus.."

B: "Iya belajar terus. Saya ini sudah tua tapi tiap hari belajar hal baru.. agar ini *nunjuk kepala* agar ini gak mati. Otak itu unik, barang kalo keseringan di pakai bakal rusak. Tapi otak kalau sering dipakai malah semakin bagus dan semakin hebat. Saya tiap hari baca apa yang bisa saya baca."
S: *dalem batinku, aku yo tiap hari baca status facebook pak //PLAK* "bener pak iya keren ya pak otak."

B: "Kalo mau lebih gampang belajarnya. Adik belajar yang bener. Nanti setelah lulus bisa kuliah pakai beasiswa. Jadi lebih ringan. Anak saya yang besar juga gitu."
S: "Owh ya ya pak, anak bapak yang satunya juga pakai beasiswa?"

B: "Oh ndak.. dyang kecil sedikit-sedikit kerja dan usaha, mungkin mau ngikutin jejak bapaknya. Dia senin sampai jumat sibuk di luar dan kuliah. Nah sabtu minggu pulang ke rumah buat bantuin ibunya.
S: "Owhhh ya pakkk..."

B:"Manfaatin waktu sebaik-baiknya kalau mau cepet sukses. Soalnya banyak orang salah mengartikan kalau waktu itu terus berputar."
S: Lho bukannya waktu itu terus berputar pak?

B: "SALAH! ! ini lho waktu itu bukan berputar... Tapi berjalan... Kalau waktu berputar maka kita akan bertemu kesempatan dan kejadian yang sama donk. waktu itu terus berjalan, nih misalnya adik ada di sini *memeragakan pakai  jari tangan* nah ketika sudah lewat sedikit apa bisa mundur balik lagi?"
S: "Gak bisa lah pak..."

B: "Nah jadi waktu itu terus berjalan. Kalau kita diem hidup kita tenggelam oleh jaman. Kita gak bisa mengejar jaman yang semakin pesat."
S: "Iya pak.. bener banget itu. Hebat pak, Jadi harus berjalan bareng waktu ya pak.."

B: "Oh ya jelas itu. Kalau engak kita terbelakang dan merugi. Orang sukses dan orang gagal punya jumlah waktu yang sama dalam 24 jam. Hanya saja orang sukses menggunakan waktunya dengan bijak."
S: "iya juga ya pak."

B: "Adiknya ngerokok gak? Setau saya anak STM sering ngrokok." *iseng nanya kali*
S: "Wokh gak pak gak. Saya gak ngerokok belum nikah masa mati pak. hehe Tapi temen saya banyak sih.."

B: *Nyengir* "Ya, kalo temen-temen adik ngerokok main main mulu dan seneng-seneng gak usah diikuti. Emang keliatannya jaman banget(?) Yah  temen itu jangan pilih-pilih tapi kalau ada yang begitu gak udah diikutin."
S: "Iya pak, saya juga gak ngerokok. Kalo temenan sama siapa aja saya pak. "

..........
......................
..........
......................


B: Oh ya dik. Saya sebenernya jarang cerita panjang lebar begini. Adik tau kenapa saya au cerita panjang?
S: "Waduh pak, kok bisa gitu?"

B: "Ya itu karena kamu tadi nanya saya duluan... Jarang banget ada anak muda yang mau ngajak orang ngobrol duluan kayak sampeyan. Kadang malah saya nanya anak muda duluan malah pada cemberut atau diem aja, kan saya gak tau juga ya sifat-sifat mereka, hehe."
S: "OH hehehe. Iya pak soalnya saya emang suka iseng nanyain orang. Anak muda sekarang emang suka sendiri-sendiri pak, saya aja yang anak mudah gak tau kenapa pak."
B/S: "haha"

.........
.....................
.........


Akhirnya BIS kami mampir pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Tak terasa sudah dekat tempat pemberhentian. Pak Bayu mendapat telepon  dari istrinya, beberapa detik kemudian saya pun mendapat sms dari emak. hehe

Sebetulnya banyak percakapan yang dapat saya tulis. Berhubung sebagian lupa dan sebagiannya mungkin privasi dan basa basi jadi saya singkat saja. Mohon maaf ya

Apasih poin penting dari percakapan dan pengalaman saya di atas.?

YA! Saya mendapat ilmu seabreg dan berkenalan dengan bapak yang hebat ini cuma karena sekali bertanya. Karena iseng bertanya kepada beliau saya mendapat banyak pembelajaran dari seseorang yang usianya sangat jauh di atas saya dan tentunya sudah makan banyak garam.

Beliau juga mengajarkan arti merendah diri walaupun beliau hanya mencontohkannya bukan sok menceramahi apalagi menggurui.

Selain ilmu nomplok yang saya dapatkan. Saya mulai berpikir, bagaimana kalau saya tidak menyapa bapak itu sebelumnya. Pasti saya telah bingung ingin pulang naik apa, dengan siapa dan tidak tahu bis jurusan rumahku masih ada atau tidak.

Berkat beliau, saya mendapat banyak nasihat dan motivasi. Saya tak menyangka dengan iseng bertanya bisa seperti ini. Memang pada dasarnya saya suka mendapat kenalan baru. Semoga anak muda sekarang bisa aktif berbaur di masyarakat dan tidak hidup terlalu individualisme ditengah keramaian.

Di angkotpun saya suka gitu, apalagi kalo ketemu mbak-mbak cakep (gak deng wkwk ). Yah intinya bertanya bukan disaat butuh saja. Ada kalanya bertanya bisa menjadi pintu datangnya jodoh, pintu datangnya rejeki, pintu datangnya pekerjaan dan tentunya pintu untung mendapatkan ilmu baru.


Mau Bertanya, Enggak Sesat di Jalan
"Hanif Ahmad Fauzi - 20160502"
Read More