Jumat, 25 September 2015

Dia Bernama..... Nadadya


Saat ini, aku telah seperempat perjalanan di kelas 12. Waktu yang biasanya lambat entah kenapa berubah menjadi peristiwa yang super cepat.
Banyak hal yang terlewati begitu saja. Meski begitu ada hal yang tak pernah ku rasakan dan ku jalani selama berada di sekolah ini. Ya, kisah cinta ala remaja.
Entah mengapa SMK memang tempat yang spesial. Spesial karena dari kecil aku terbiasa belajar di tempat yang penuh dengan orang-orang intelek. Kami bersaing adu kepintaran dan bagus-bagusan dalam nilai pelajaran. Di SD dan SMP, wanita pintar lah yang menjadi idola dan dikagumi banyak pria.
Semua itu berubah ketika diriku masuk SMK. Tidak ada lagi murid intelek, apalagi cewek-cewek dengan segudang prestasi akademik di kelas. Aku rasa mereka bukanlah anak bodoh. Tapi sepertinya di SMK kepintaran itu nomer sekian. Cukup wajar dan terbiasa dengan keadaan seperti ini. Tapi ada hal yang hilang dalam diriku. Karena tidak ada siswi yang belajar dengan sungguh-sungguh, seakan aku kehilangan atau mungkin lebih tepatnya kebingungan mencari sosok wanita idola di sekolah.
Di SMK aku bisa dibilang malas belajar, karena aku merasa tak ada sesuatu yang harus dikejar. Bahkan ketika aku belajar sedikit saja, entah kenapa diriku merasa berada terlalu di depan dari yang lain. Bukan bermaksud sombong, justru aku segan ingin belajar berlebihan karena takut dibilang anti sosial.
Sudah hampir tiga tahun aku mengenyam pendidikan di sekolah ini. Tak ada satupun kisah cinta yang kulalui. Yap, bukan karena aku takut patah hati. Tapi aku telah mengikrarkan bahwa jangan sampai ada kisah cinta sampai seragam putih abu ini sirna dari tubuhku.
Berbagai macam bintang idola aku jadikan acuan. Agar prinsipku tetap terjaga dan tahan akan godaan wanita cantik di sekolahan. Atsuko Maeda, Aika Ota yah begitulah kisah jones ku mengidolakan mereka terlalu berlebihan.
Dua bulan yang lalu, diadakan MOS/MOPDB(Masa Orientasi Peserta Didik Baru) Di sekolahku.
Seperti biasanya, aku bertugas menjadi tim medis di sekolah karena aku anak PMR. Tak ada yang spesial. Memberi obat ke peserta yang sakit sampai menemani anak-anak yang butuh belaian #eh bantuan.
Sebelum waktu dzuhur, ada seorang peserta MOS putri yang masuk ruang PMR karena mengeluh sakit. Aku tak terlalu peduli karena masih banyak anak PMR putri yang berjaga dan mengurusi pasien. Karena pasiennya cewek jadi yang ngurusin juga cewek. Aku tetap berkeliling sekolah sambil berjaga bersama rekan PMR ku yang lain. Ada kalanya juga keliling sendirian tanpa tujuan.
Ketika lelah patroli akhirnya aku putuskan untuk istirahat di ruang PMR. Akhirnya aku bergegas ke ruangan dan mengambil segelas air mineral di kardus. Sambil menikmati air tersebut, aku menemani ngobrol pasien cowok yang kakinya keram dan ternyata dia juga sangat antusias di bidang IT. Kami berbicara banyak. Dan ditengah pembicaraan entah kenapa mataku tak sengaja melirik pasien putri yang tidak aku hiraukan tadi. Kuperhatikan parasnya sekilas, dalam hati aku berkata “Wew, cantik juga yoo.. Apa perasaanku saja yah. Haha” seperti jomblo jelalatan biasanya #plak . Aku gak mau tau dan Cuma sekilas saja meliriknya. Tapi saat ku perhatikan untuk kedua kalinya, “Ah ternyata emang cakep ni anak.. Tapi..eee” masih banyak tapi tapi dipikranku.. Saat di tanya oleh rekanku dia terkena radang dan kecapekan. Mungkin terlalu dipaksain sampe2 dia ambruk dan Cuma bisa rebahan di matras yang telah kami sediakan.
Belum lama ku menikmati keindahannya, ayahnya sudah tiba di ruang PMR ku karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan. “Ah, sial. Gue belum nanya namanya dan baru bentar liat mukanya.. Kenapa kamu harus pulang duluan dek?” batinku.
Memang sedikit aneh. Biasanya jika menyukai wanita cantik yang ada di depan mata aku hanya suka.. Sekedar suka “Oh, cantik yah” udah gitu aja. Berbeda dengan hari ini. Pertemuan yang singkat malah membuatku penasaran. Akhirnya aku menemukan jalan pintas. Aku meminjam buku absensi pasien di tangan temanku. Aku cari yang punya gejala radang. Owh namanya “Nadadya Atadella” namanya tercatat di absensi nomer satu, tanpa sadar aku yang dari tadi foto-foto dengan HP untuk dokumentasi, tiba-tiba spontan aku mengarahkan HP-ku ke arah buku absen tersebut. Aku memfoto namanya, ‘daripada lupa lebih baik di abadikan saja’ celetukku.
Setelah kegiatan MOS tersebut, kami sekolah seperti biasanya. Minggu demi minggu terlewati. Aku masih mengingat nama wanita yang ku foto namanya tersebut. Saat pengumuman pembagian kelas anak didik baru. Aku berusaha mencari namanya di mading dan ‘CLAP’ aku tahu dia di kelas mana., haha. Awalnya kukira data tersebut akan berguna. Ternyata salah besar. Aku bahkan lupa dengan wajahnya. Maklum saja, seperti yang aku bilang di awal. Jika ada wanita cantik aku hanya sering kagum sesaat, setelah itu melupakannya.
Walau begitu, tapi ada satu temanku yang selalu membahas sesosok adik kelas tersebut. Sebut saja Fitri. Dia adalah rekan PMR ku yang menemani nadadya saat dia berada di ruang PMR. Makanya dia hapal betul paras adik kelas tersebut. Setiap aku melewati kelas Fitri. Dia selalu menggodaku dengan ejekan Nadadya.. “Haniip, nadadya manaa??? “ Aku Cuma bisa jawab “Gue aje lupa mukanya fit. Gimana mau tau kabarnya -_-“.
Hari demi hari kelakuan Fitri semakin parah, setiap nadadya lewat dia selalu berkata “Nadadya, ada salam dari Hanif..”. Ngek ngook.  Dan setiap gue lewat depan kelas fitri lagi dia selalu ngomong “Nif, gue udah salamin ke nadadya. Tapi dia malah nanya, hanif... siapa sih kak?” . ‘fyuuuh sedikit lega karena dia bingung hanif itu yang mana. Lagian gue juga lupa sama mukanya.’ Balasku dengan enteng.  Hahaha
Mungkin kalian bertanya. Darimana fitri bisa menggodaku dengan ejekan tersebut? Ya, saat nadadya berada di ruang PMR, aku sempet nyeletuk “Eh itu yang pita ungu siapa namanya? Mayan juga ye”. Aku pikir celoteh seperti itu biasa buat jones selevel diriku, tapi mungkin fitri terlalu excited menanggapinya (x_x).
Suatu hari aku main ke depan kelas akuntansi, sekedar kumpul sama anak-anak ekskul dan #jlep ada si fitri juga. Ketika ditengah obrolan yang asyik, lewat sesosok adik kelas yang lumayan putih gemesin. Tapi ya itu, Cuma liat dari jauh.. Belum sempat melewati kami, si Fitri udah teriak “Haneep itu tuh nadadya nip!” teriaknya. “Egile lu fit, masa sih?” tanggapku. Tapi si fitri malah mau ngasih tau juga ke nadadya “Nad ini yang namanya hanip nad.” Belum sempat menunjukku, aku sudah ngibrit duluan takut ketahuan. Hal yang bodoh, entah mengapa diriku malu, Haha. Tapi akhirnya aku ingat, nadadya yang mana. Dan ternyata memang boleh juga #plak .
Setalah hapal mukanya, aku mencoba mencari namanya di seluruh sosial media, hasilnya tak ada. Akhirnya berusaha mencara di gugel, hasilnya pun tetap nihil. Wow, sedikit kecewa tapi tetap bersyukur. Mungkinkah anak tersebut tidak memiliki socmed? Atau di dunia maya dia menggunakan akun anonim atau malah alay. Ah semoga saja tidak. Akhirnya dirku hanya bisa mengingat namanya tanpa bisa melihat mukanya sering-sering. Terlebih kelas kami pojok lawan pojok. Bagai Selatan dan Utara yang sangat jauh jaraknya.
Akhirnya KPHO pun tiba. KPHO merupakan Kegiatan Perkemahan Hasil Orientasi, disitu kami menginap 2 hari satu malam di sekolah. Lagi-lagi aku menjadi petugas medis 24 jam di tempat tersebut. Tanpa sengaja tenda adik kelas itu dekat dengan ruang ekskulku. Jadi aku cukup sering melihat dya mondar-mandir. Tapi aku tak terlalu memperhatikannya. Soalnya masih banyak urusan lain juga kan, hehe.
Siang harinya, ada acara pendekatan ekskul. Yaitu acara bagi ekskul untuk merekrut anggota baru maupun melakukan pendekatan dengan anggota yang lebih dulu bergabung. Aku mengisi materi tentang kesurupan dan histeria, Saat aku menjelaskan, ada anak yang datang telat. Dan tidak lain dan tidak bukan dia adalah ‘dya’. Ya! siapa lagi? . Saat fokus menjelaskan materi sempet kaget juga “Waduh, itukan........*$%(&&^(..Masuk PMR?? _)(#*#&(*^#?” pikirku kaget. Antara senang dan tegang.
Pendekatan ekskul telah usai. Seluruh adik kelas meninggalkan ruang kelas sambil berjabatan tangan. Acarapun berlanjut dan aku lanjut berjaga bersama anak PMR lainnya.
Tak terasa waktu sudah mulai malam. Badanku sakit semua karena banyak sekali yang kesurupan dan harus dievakuasi ke tempat yang aman. Jam menunjukkan pukul 8, nadadya akhirnya masuk ke ruang PMR juga. Bukan karena sakit seperti dahulu, dia ketakutan di tenda dan juga sambil menemani temannya yang hampir kesurupan. Akhirnya berjam-jam kami bersama di dalam ruangan sambil ngobrol rame-rame dan makan malam. Dari situlah aku mengetahui dia itu super polos dan terlalu kalem buat ukuran cewek SMK. Ternyata dia alumni SMP ku juga dan kagetnya dia juga sempat menjadi anak ekskul ‘Karya Ilmiah Remaja’ dahulu. Ekskul dimana dahulu aku ketuanya. Makin bingung dan entah kenapa gak hapal mukanya.. rRrRrRrrr...
Setelah berbincang lama, akhirnya fitri nanya-nanya tentang hubungan ke nadadya. Dya sudah punya pacar dan LDR sih... kayaknya sih gitu. Soalnya aku denger dari jauh doang dan gak terlalu memperhatikan percakapan tersebut. Takut di bilang KEPO . haha
Wajar sih cewek kayak gitu punya pacar. Cewek cakep mana ada yang hatinya sepi :’) .
Waktu mulai memasuki tengah malam, nadadya tidur di ruanganku . Sedangkan aku sendiri bertugas di luar sekolah yaitu menjaga tempat POS to POS di perkampungan. Aku berjaga dengan adik kelas OSIS yang kata anak-anak seangkatanku boleh juga. Namanya putri, saat ku pandangi emang lumayan manis juga. Tapi ya balik lagi ke topik utama. Cantik is Cantik. Jomblo is Jomblo.
Secantik apapun wanita yang kutemui gak pernah berniat mengusik hatinya J . Setelah bilang cantik, yasudah besoknya lupa lagi. Xixi. Malam terlewati dengan cepat...

Setelah KPHO, aku mengenal banyak adik kelas baru, dan semakin dekat dengan adik kelas yang awalnya hanya kenal nama. Sekarang kami sekolah seperti biasanya. Aku menarik kesimpulan dari pertemuanku dengan adik kelas baru itu.
Mungkinkah aku kakak kelas laki-laki yang  pertama mengenal sosoknya?
Yang saking ingin tahunya sampai memfoto namanya di absensi Pasien di hari pertama?
Walau suka tapi tetap sempat lupa dengan mukanya. Itu karena aku tidak memperhatikan secara seksama. Mungkin aku terlalu berlebihan karena si Fitri terlalu sering menggodaiku dengansebutan nama adik kelas itu. Cantik sih, polos sih..Tapi sayang udah ada yang punya.
Walaupun belum ada yang memiliki, tak terbesit dibenakku untuk memacarinya.
Kupikir....Adik kelas itu selayaknya dilindungi bukan dimiliki.. Apalagi dimanfaati atas nama cinta yang suci. Tugasku hanya melindungi mu.
Memang banyak adik kelas yang lebih cantik darinya. Tapi kujadikan Dya sebagai ikon adik kelas karena dia yang kulihat pertama.
Sudah hampir tiga tahun akun berdiri di sini. Baru kali ini mengagumi adik kelas sampai seperti ini. Ya oleh karena itu juga aku berpikir dia seseorang yang menarik dari kisah putih-abu ku.
Entah dia punya social media atau apalah itu namanya. Tapi aku berani menulis namanya di dalam cerita kali ini karena aku yakin dia tidak akan membacanya langsung jika tak ada yang memberi tahunya. Banyak wanita sok polos di dunia ini. Tak peduli dia polos beneran atau enggak.Tugasku di sini hanya mengagumi. Masalah kah dengan polos asli atau imitasi? Tak penting bagiku..
Kau hanyalah adik kelasku yang ku kagumi untuk pertama kalinya di esemka.
Mungkin dirimu hanya satu dari sekian banyak wanita yang kukagumi di dunia ini. Tapi hanya kamulah yang sampai ku buatkan cerita khusus sampai ribuan kata seperti ini. Sekedar menghargai perasaan ini yang amat sangat jarang terjadi.
Tak ada maksud memiliki apalagi menyakiti. Biarkan kuperhatikan dirimu dalam diam dan hati-hati.
Masa belajar ku di tempat ini tinggal sebentar lagi. Bentar lagi aku akan meninggalkan bidadari kecil langka sepertinya.
Belum ada kakak kelas yang mengincar dirinya. Aku memiliki firasat, ketika dia sudah mulai dikenal oleh rekan kelas lain terutama kakak kelas. Dia akan menjadi primadona dan sasaran empuk cowok-cowok SMK yang haus akan Asmara.

Maaf aku hanya pria tanpa cinta di esemka. Aku hanya bisa menjadi penonton atas ratusan kisah indah di antara teman-temanku.

Untuk siapapun anak SMK yang mendapatkannya. Aku hanya ingin kau menjaganya sebaik mungkin.
Aku tak ingin dirinya jatuh ke tangan yang salah. Tapi aku juga tidak mau kepolosannya bersarang di hatiku. Setelah ku lulus nanti. Tolong jaga dia sebaik-baiknya.
Aku mencintaimu walau mungkin tak akan pernah memilikimu, adik kecilku....
Nadadya.

Dari kakak kelas bodohmu
Hanif

(20/09/2015) 20:08

8 komentar

Hanya satu dari sekian dereta adek kelas mbak :3 . Tiap bulan bakal nambah lagi list tokohnya :v

Tapi kayanya sih ini special banget :3

Sebenernya bukan orangnya sih yang special. Tapi kisah pertemuannya ><'
Emang nasi goreng nasinya special? Enggak kan. yang bikin nasi goreng special kan proses pembuatannya :')

Yaaah.. Entahlah :v

iya . intinya prosesnya itu bikin lo ke cantol kan ? :v

Intinya kamu cemburu yu :v . Gapapa. Udah biasa kok hal kayak gini mah. lagian elu itu cewek ke 99738767576465371 yang cemburu karena baca post ini xD

Sudahlah ini hanya postingan pertama tentang adek kelas. :'v
Gak ada rasa yang spesial. Karena di hati udah ada si Ai :3

Kayaknya gak kecantol deh. tepatnya keserempet LOL .

Akhir2nya juga lupa XD ngahaha

anjayyyy GR :p

haha .. semoga aja gue komen gini bukan karena cemburu .. amin :p

hanip jones -_-


EmoticonEmoticon